Megawati Uji Disertasi Hasto Kristiyanto di Universitas Pertahanan

Monday, 6 June 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Presiden RI Kelima yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnouptri menjadi salah satu penguji sidang terbuka program doktoral Universitas Pertahanan (Unhan) dengan kandidat Hasto Kristiyanto, pada Senin (6/6/2022).

Sebelum melayangkan pertanyaan, Megawati terlebih dahulu meminta agar Hasto tidak tegang menghadapi ujian terbuka ini. Dia kemudian menceritakan momen di mana dirinya meminta Hasto agar mampu berpikir layaknya Bung Karno.

“Karena saya ketua umum partai, Hasto adalah sekjen, jadi kami sering berdiskusi. Dan tentunya kepada anak-anak muda, saya coba mengalirkan dari cara pikir Bung Karno, karena kami mendirikan partai sebagai alat perjuangan politik tentunya harus punya dasar,” kata Megawati.

“Jadi saya bilang pada Hasto ‘kamu musti mengerti cara berpikirnya Bung Karno,” sambungnya.

Megawati melanjutkan, suatu saat Hasto menyampaikan maksudnya ingin menempuh studi doktoral. Megawati mempersilakannya. Ketika Hasto menyampaikan niatnya mengambil studi geopolitik, Megawati mengaku memberi respons.

“Itu ilmu sebetulnya susah-susah gampang, hanya sekarang ini menurut saya dari sisi akademisi kelihatannya tidak populer, karena yang pertama mengintroduce itu Bung Karno ketika di Lemhannas. Jadi bagaimana? Jangan kamu memalukan saya. Kalau tidak bisa mempertahankan niat kamu itu, nanti dalam disertasi kamu, nantinya juga memalukan saya,” kata Megawati.

“Intinya saya bilang pada Pak Hasto ‘jadi bagaimana bu? ‘ya jangan tanya saya kamu yang musti mikir. gampang to, buang itu teori lain, begitu saya bilang. ‘jadi maksudnya bu?’ Kamu pikir cara berpikir satu-satunya ya Bung Karno, kalau kamu tidak pegang itu kamu tidak akan berhasil menurut saya. Lalu berikutnya geopolitik (Bung Karno) itu menurut saya hanya sebuah implementasi dari Pancasila. Kamu bisa gak blending itu dan betul-betul diolah, tentunya dari sisi teori yang akan nanti kamu presentasikan dan kalau mungkin kamu harus pertahankan. Dan kalau kamu bisa betul-betul menjadikannya satu, pasti kamu hasilnya bagus deh,” urai Megawati.

See also  Megawati: Turun ke Bawah adalah Jalan Efektif Memenangkan Pemilu 2024

Megawati juga mengaku, bahwa jelang sidang terbuka, Hasto berkali-kali meminta bocoran pertanyaan yang akan disampaikan Megawati sebagai penguji.

“Hasto tanya ke saya ‘bu nanti pertanyaannya apa?’Lho kok kamu nanya? itu namanya kolusi,” kata Megawati yang disambut tawa semua hadirin yang diundang ke acara itu.

Megawati mengaku memberi waktu leluasa kepada Hasto untuk menyiapkan diri menjelang sidang terbuka. Maka di kegiatan partai pun, Megawati mengaku tak terlalu mem-push Hasto bekerja keras dalam mengurusi partai, hingga selesainya ujian doktoral itu.

“Jadi Pak Hasto, saya kira ini gampang ya, tapi ga tahu susah apa ndak jawabnya. Kasihan dia udah makin banyak ubannya,” canda Megawati yang kembali membuat seisi ruangan tertawa.

Megawati lalu menyebutkan kondisi saat ini dimana mayoritas masyarakat masih reluctant (segan) untuk memberikan respons yang wajar bila menyangkut Bung Karno.

“Mau nyebut Bung Karno aja takut, aneh, itu menurut saya aneh,” imbuh Megawati.

Megawati melanjutkan, Bung Karno pernah berpidato di PBB berjudul To Build The World A New, yang substansinya masih relevan dalam situasi dunia yang terus berganti dari masa ke masa.

Dengan latar belakang relevannya isi pidato Soekarno di PBB itu, Megawati lalu mempertanyakan bagaimana teori Geopolitik Soekarno masih bisa menjadi solusi alternatif di tengah masalah dunia itu.

“Pertanyaan saya, itu yang saya katakan gampang saja, bagaimana teori geopolitik Bung Karno bisa menjadi solusi alternatif untuk geopolitik pada masa ini? Coba rekomendasi apa yang diusulkan promovendus?” kata Megawati.

Menjawab itu, Hasto lalu membeberkan semangat kebersamaan yang hendak didorong oleh Bung Karno lewat pidatonya di PBB. Bangsa Asia Afrika yang saat itu banyak menjadi negara terjajah, sehingga harus bisa membangun solidaritas diantara dirinya demi memerdekakan diri.

See also  Ketua DPD RI Nilai Penyesalan Amien Rais Terkait Amandemen 1999-2002 adalah Momentum Percepat Wujudkan Visi Prabowo untuk Kembali ke Pancasila

Pidato Bung Karno itu juga mendorong agar bangsa-bangsa di dunia hidup damai. Dan di tengah sistem internasional yang anarkis tersebut, PBB harus di-reform, sehingga dunia bebas dari segala bentuk penjajahan.

“Teori geopolitik Bung Karno tersebut senantiasa relevan. Di dalam perspektif geopolitik Soekarno, kebijakan luar negeri dan kebijakan pertahanan harus ada dalam satu kesatuan,” kata Hasto.

 Masalahnya, kata Hasto, spirit imajinasi geopolitik Soekarno itu yang saat ini nampaknya luntur. Sehingga Hasto merekomendasikan agar seluruh kontruksi pemikiran geopolitik Soekarno harus menjadi landasan kebijakan luar negeri dan pertahanan negara.

“Agar kita mampu menggunakan isntrumen national power dalam tujuh variabel Bung Karno itu, demi memperjuangkan kepentingan Indonesia,” kata Hasto.

Begitupun terhadap persoalan di Timur Tengah, semenanjung Korea dan Afghanistan, terlihat keaktifan Indonesia pasca Soekarno itu meluntur. Indonesia lebih banyak dalam lingkup di Asean.

“Seharusnya kita bergerak aktif membela negara-negara yang diperlakukan tidak adil,” pungkas Hasto.

Berita Terkait

Anggota DPR RI Yulian Gunhar Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Palembang, Tekankan Semangat Persatuan dan Gotong Royong
Prabowo Terima Megawati di Istana, Silaturahmi Hangat Jelang Lebaran
Yulian Gunhar Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI di Kemuning, Angkat Tema “Bersatu demi Kemajuan Bangsa”
BKSAP DPR RI Apresiasi Pernyataan Pers Tahunan Menlu, Siap Perkuat Sinergi
Ketum Hanura OSO Resmikan Kantor Baru DPP di Proklamasi
Viva Yoga: PAN Selalu Hadir di Tengah Masyarakat
Gunhar Gelar Optimalisasi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Banyuasin
Yulian Gunhar Tekankan Semangat Persatuan dalam Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Palembang

Berita Terkait

Thursday, 2 April 2026 - 07:18 WIB

Anggota DPR RI Yulian Gunhar Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Palembang, Tekankan Semangat Persatuan dan Gotong Royong

Friday, 20 March 2026 - 14:02 WIB

Prabowo Terima Megawati di Istana, Silaturahmi Hangat Jelang Lebaran

Monday, 9 February 2026 - 16:54 WIB

Yulian Gunhar Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI di Kemuning, Angkat Tema “Bersatu demi Kemajuan Bangsa”

Wednesday, 14 January 2026 - 18:12 WIB

BKSAP DPR RI Apresiasi Pernyataan Pers Tahunan Menlu, Siap Perkuat Sinergi

Friday, 9 January 2026 - 09:23 WIB

Ketum Hanura OSO Resmikan Kantor Baru DPP di Proklamasi

Berita Terbaru

Berita Utama

Senator Mirah: Program KSB Maju Perumahan Harus Tepat Sasaran

Sunday, 10 May 2026 - 18:17 WIB