Gelar Forum Investasi, Menteri Investasi Dorong Percepatan Pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Friday, 9 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Melalui perhelatan Forum Investasi 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (5 DPSP) yang diselenggarakan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) hari ini (9/9), Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan peluang investasi dalam pengembangan sektor pariwisata di Danau Toba, Provinsi Sumatra Utara; Borobudur, Provinsi Jawa Tengah; Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur; Mandalika, Provinsi Nusa Tenggara Barat; dan Likupang, Provinsi Sulawesi Utara. Forum investasi ini diselenggarakan secara hybrid dan diikuti oleh lebih dari 200 peserta baik dari dalam maupun luar negeri yang terdiri atas pelaku usaha dan  pengelola kawasan.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia yang hadir secara daring menyampaikan bahwa industri pariwisata merupakan sektor yang paling besar terdampak akibat adanya pandemi Covid-19, sedangkan sektor ini memiliki kontribusi yang besar terhadap penciptaan lapangan kerja bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dalam rangka pengembangan 5 DPSP tersebut.

“Saya tidak segan-segan meyakinkan bahwa di Indonesia banyak tempat-tempat wisata yang bisa dituju dan memiliki alam yang bagus. Kami ingin tidak hanya Bali saja, namun daerah lainnya juga berkembang. Saya yakinkan investor bahwa Indonesia merupakan tujuan pariwisata dunia,” tegas Bahlil.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan dalam rekaman sambutannya bahwa pengembangan 5 DPSP merupakan salah satu program strategis nasional untuk menciptakan beragam destinasi pariwisata baru.

“Kita perlu melakukan optimalisasi pembangunan pada sektor pariwisata khususnya dari sisi aksesibilitas, amenitas, dan atraksi. Sumber dananya tidak dapat hanya mengandalkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ataupun Daerah (APBN/APBD) saja, tetapi juga dari investasi dalam dan luar negeri,” ujar Luhut. 

See also  Nissan bantu ‘Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19’ dalam melawan coronavirus

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno melalui rekaman sambutannya menyampaikan bahwa pengembangan 5 DPSP ini merupakan program pemerintah untuk menciptakan destinasi kelas dunia baru selain Bali. Hal ini dilakukan agar tercipta pemerataan perekonomian dan memaksimalkan sumber daya pariwisata yang dimiliki oleh Indonesia.

“Saya meyakini bahwa forum ini dapat mengakselerasi pengembangan destinasi super prioritas, terutama melalui pengelola kawasan ekonomi dan badan pelaksanan otorita. Para investor janganlah ragu untuk berinvestasi di destinasi pariwisata Indonesia,” pungkas Sandiaga.

Untuk itu, diperlukan adanya kolaborasi antara Kementerian Investasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam menarik investor baik dalam negeri maupun asing untuk mengembangkan sektor pariwisata di Indonesia, khususnya di 5 DPSP tersebut.

Salah satu peserta Forum Investasi 5 DPSP pada hari ini, Paquita Widjaja selaku Direktur PT Minahasa Permai Resort Development yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, Sulawesi Utara, mengungkapkan antusiasmenya terhadap pengembangan 5 DPSP yang direncanakan oleh Pemerintah Indonesia. Paquita juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang telah diberikan oleh pemerintah khususnya di KEK Likupang.

“Saya rasa ini pilihan yang tepat, memperkenalkan kepada investor tentang area-area di Indonesia yang memiliki diferensiasi masing-masing sehingga memberikan keberagaman, khususnya pada investasi di sektor pariwisata. Ke depannya, kita tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik saja, tetapi juga aktivitas yang berhubungan dengan konservasi alam,” ujar Paquita.

Adapun sejumlah investor dari dalam maupun luar negeri juga telah menyampaikan komitmen atau rencana investasinya di 5 DPSP yang tidak hanya terkait dengan sektor pariwisata, namun juga sektor pendukung lainnya seperti energi, teknologi informasi & telekomunikasi, dan juga real estat. Tercatat total nilai proyek eksisting mencapai Rp172,2 miliar (USD11,67 juta), nilai komitmen yang sedang berjalan sebesar Rp1,552 triliun (USD106,24 juta), dan nilai minat investasi sejumlah Rp1,186 triliun (USD81,19 juta). Daftar perusahaan yang telah menyampaikan komitmen tersebut, antara lain PT Tobanta Nauli Indah di Danau Toba, PT Luxor Graha Propertindo di Borobudur, Solar Dex Indonesia di Labuan Bajo, Ciputra Residence di Mandalika, dan PT Dayamitra Telekomunikasi di Likupang.

See also  Sandiaga Targetkan 4,4 Juta Lapangan Kerja di Sektor Parekraf

Data Kementerian Investasi/BKPM menunjukkan bahwa realisasi investasi sektor pariwisata di Indonesia selama tahun 2017 sampai dengan triwulan II tahun 2022 mencapai USD51,8 miliar dengan kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 49% dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 51%. Sementara untuk total realisasi investasi sektor pariwisata di 5 DPSP sendiri mencapai USD487,3 juta dengan komposisi 53% PMA dan 47% PMDN, dengan realisasi investasi di masing-masing lokasi sebagai berikut: Danau Toba tercatat sebesar USD46,6 juta; Borobudur sebesar USD12 juta; Mandalika sebesar USD184,8 juta; Labuan Bajo sebesar USD172,4 juta; dan Likupang sebesar USD71,5 juta.(*)

Berita Terkait

Menteri Rosan: Kolaborasi Riset dan Industri Jadi Kunci Hilirisasi Bernilai Tambah
Danantara Resmi Satukan Hotel-Hotel BUMN
OJK Terbitkan POJK Financial Influencer, Perkuat Perlindungan Konsumen
Wamen Investasi Percepat Proyek Bioetanol di Lampung
Harga Emas Antam Turun Rp31 Ribu Jadi Rp2,754 Juta per Gram
BRI Gandeng Syailendra Capital di BRImo
Dua Mesin Ekonomi Digeber, Pemerintah Paksa Perbankan Salurkan Kredit
BTN-KAI Kembangkan 5.400 Hunian TOD di Kawasan Strategis

Berita Terkait

Sunday, 28 June 2026 - 21:19 WIB

Menteri Rosan: Kolaborasi Riset dan Industri Jadi Kunci Hilirisasi Bernilai Tambah

Sunday, 28 June 2026 - 16:40 WIB

Danantara Resmi Satukan Hotel-Hotel BUMN

Wednesday, 24 June 2026 - 18:23 WIB

OJK Terbitkan POJK Financial Influencer, Perkuat Perlindungan Konsumen

Wednesday, 10 June 2026 - 14:25 WIB

Wamen Investasi Percepat Proyek Bioetanol di Lampung

Thursday, 28 May 2026 - 14:43 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp31 Ribu Jadi Rp2,754 Juta per Gram

Berita Terbaru

Energy

Selamatkan Industri, Bahlil Turunkan Harga LNG Industri

Monday, 29 Jun 2026 - 18:26 WIB

Olahraga

PBVSI Beri Apresiasi untuk Timnas Voli Putra Juara AVC 2026

Monday, 29 Jun 2026 - 16:21 WIB

Berita Utama

DPD RI Dorong Revisi UU Perindustrian

Monday, 29 Jun 2026 - 16:10 WIB

Olahraga

Timnas Voli Indonesia Juara AVC Cup 2026

Monday, 29 Jun 2026 - 13:25 WIB