KPK Dorong Pelayanan Publik yang Berkeadilan untuk Tutup Celah Korupsi Sektor Swasta

Monday, 28 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Korupsi adalah kejahatan yang tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan berpasangan yaitu antara pemilik kepentingan dengan pemilik wewenang. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron pada Seminar Diseminasi Transparansi Lembaga Perkreditan Desa Dan Dudukan Adat di Ruang Utama Gedung Art-Center Denpasar, Bali (25/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Road To Hakordia di Provinsi Bali.

Lanjutnya, selain fokus melakukan pencegahan korupsi terhadap aparatur negara dengan perbaikan sistem tata Kelola pemerintahan melalui Monitoring Center for Prevention (MCP). KPK juga melakukan serangkaian upaya pencegahan korupsi pada sektor swasta yang memiliki banyak kepentingan dengan pemilik kewenangan tersebut.

“Kemudian untuk sektor swasta, KPK mendirikan Direktorat Antikorupsi Badan Usaha (AKBU) untuk fokus terhadap sektor usahanya. Kemudian dua hal tersebut perlu disinergikan agar dapat berjalan beriringan untuk dapat menutup berbagai celah yang memungkinkan terjadinya korupsi,” kata Ghufron.

Menurut Ghufron, KPK melakukan upaya pencegahan korupsi ke pihak swasta untuk memberikan pemahaman pihak swasta sebagai bagian dari rakyat berhak mendapatkan kepastian pelayanan secara adil sehingga tidak perlu melakukan korupsi. Karena sesungguhnya negara didirikan agar setiap aparatur negara hadir untuk yang paling utama adalah memberikan dan melindungi keadilan terhadap rakyat.

KPK pun berharap para aparatur pemerintah dapat memberikan pelayanan kepada rakyatnya secara adil. Sehingga tercipta iklim pelayanan yang baik dan berkeadilan ke semua pihak.

“Selain itu, dalam dedikasi untuk rakyat, diperlukan pelayanan secara transparan dan akuntabel. Jika hal tersebut dapat direalisasikan, maka upaya pencegahan pada salah satu sumber persoalan, yang salah satunya adalah rendahnya integritas birokrasi, maka tidak akan terjadi lagi celah-celah korupsi,” ujar Ghufron menutup sambutannya.

See also  KPK Tetapkan Walikota Tanjung Balai Sebagai Tersangka

Turut hadir dalam kegiatan seminar ini, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Direktur Anti Korupsi Badan Usaha, Kadin Pemajuan Masyarakat Adat Bali I Gusti Ketut Agung, Ketua Majelis Adat Bali I Gede Made Satguna, dan para peserta seminar secara luring dan daring.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati juga menyampaikan, berbagai permasalahan di desa adat terkait dengan keuangan pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) perlu mendapat perhatian yang serius dan kejelasan dari sisi akuntabilitas, sehingga tidak akan menjadi permasalahan administrasi maupun tindak pidana korupsi.

Hal tersebut menurut Tjokorda juga menjadi perhatian dari tim KPK dan lembaga pengawas lainnya. Jika permasalahan ini dapat diatasi, tentunya akan berdampak pada perbaikan tata kelola pemerintahan daerah.

“Terkait pencapaian Provinsi Bali khususnya pada program MCP yang diadakan KPK, kami memperoleh pencapaian yang baik pada tahun 2020 dengan nilai 98,5 dan menjadi yang tertinggi di Indonesia, kemudian meningkat pada tahun 2021 dengan nilai 98,8 juga tertinggi di Indonesia dari 34 provinsi,” kata Tjokorda.

Dia menambahkan, Seminar Perbaikan Tata Kelola LPD dan Regulasi Dudukan Desa Adat diharapkan mampu memberikan solusi dalam upaya melakukan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi di Provinsi Bali khususnya pada desa adat. Sehingga nantinya para peserta akan memiliki kapabilitas untuk dapat berperan serta secara optimal dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Berita Terkait

Kejagung Tetapkan Febrie Adriansyah Tersangka TPPU
KPK OTT Bupati Sukoharjo, Diduga Peras OPD dan Potong Insentif Pegawai
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU PT ASABRI
OJK Sita 41 Aset Terkait Dugaan Tindak Pidana Perbankan Syariah di BPRS GP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pejabat BGN Tersangka Korupsi MBG
Pertamina Dukung Penegakan Hukum Penyalahgunaan BBM dan Elpiji
Kementerian PU Tegaskan Sikap Kooperatif dan Hormati Proses Hukum
Satgas Sikat Tambang Ilegal, 1.699 Hektare Lahan PT AKT Diselamatkan

Berita Terkait

Saturday, 25 July 2026 - 09:19 WIB

Kejagung Tetapkan Febrie Adriansyah Tersangka TPPU

Monday, 13 July 2026 - 22:59 WIB

KPK OTT Bupati Sukoharjo, Diduga Peras OPD dan Potong Insentif Pegawai

Saturday, 11 July 2026 - 18:23 WIB

Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU PT ASABRI

Monday, 22 June 2026 - 17:04 WIB

OJK Sita 41 Aset Terkait Dugaan Tindak Pidana Perbankan Syariah di BPRS GP

Thursday, 4 June 2026 - 00:04 WIB

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pejabat BGN Tersangka Korupsi MBG

Berita Terbaru

Megapolitan

Tiga Dokumen Langsung Terima Lewat Simpatik Dukcapil

Friday, 7 Aug 2026 - 15:48 WIB

Menkeu Purbaya / foto ist

Berita Utama

Menkeu Turun Tangan, Dengarkan Jeritan Nelayan NTT

Friday, 7 Aug 2026 - 13:17 WIB

Berita Terbaru

BNI Dukung Danantara Housing Expo 2026, Perluas Akses KPR

Friday, 7 Aug 2026 - 13:00 WIB