Kunjungi Bogor, Bus KPK Ajak Warga Hindari Politik Uang

Tuesday, 16 May 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan kegiatan Roadshow Bus Antikorupsi 2023 di kota berikutnya yang berlokasi di Lapangan Sempur, Kota Bogor. Wakil Ketua KPK Johanis Tanak dalam sambutannya menyampaikan, salah satu isu yang akan muncul menjelang Tahun 2024 adalah politik uang, dimana terkadang terdapat calon anggota legislatif atau kepala daerah yang mengumbar janji manis ke masyarakat.

“Tidak jarang juga sebagian dari mereka menebar amplop berisikan uang dan sembako, atau yang sering disebut dengan serangan fajar atau vote buying, mempengaruhi masyarakat untuk memilih calon tertentu. Hal ini adalah perilaku koruptif yang akan menuntun pada perbuatan korupsi lainnya,” ujar Tanak di depan jajaran Pemerintah dan masyarakat Kota Bogor, pada Minggu (14/5).

Di sini, imbuhnya, KPK hadir mengingatkan kembali untuk menghindari pemberian maupun penerimaan serangan fajar karena tradisi ini akan menghasilkan pemimpin yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongan.

Maka untuk menghindari hal tersebut, rantai serangan fajar harus diputus dengan tidak menerima amplop ataupun sembako. Hal itu dikarenakan yang dirugikan adalah masyarakat selama lima tahun kedepan. Setelah terpilih, mereka yang menggunakan praktik serangan fajar akan ada pungutan liar, berkurangnya kualitas pengadaan, pemotongan anggaran serta kerugian lain baik langsung atau tidak langsung. Ini adalah konsekuensi dari politik uang tersebut.

“Hari ini, KPK hadir untuk menyaksikan bersama upaya pemberantasan korupsi dengan menanamkan budaya antikorupsi yang saat ini berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor. Kolaborasi yang baik ini diharapkan dapat menjadi awal dari program lainnya untuk menunjang pendidikan antikorupsi di Kota Bogor,” pesan Tanak.

Sambungnya, program “Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi” adalah salah satu cara KPK dalam rangka meningkatkan awareness dan nilai integritas bagi seluruh lapisan masyarakat.

See also  BBPOM DKI Amankan 883 Produk Kosmetik Ilegal

Sementara itu Wakil Walikota Bogor Dedie A. Rachim juga menyampaikan, dalam upaya pencegahan korupsi, perlu dilakukan dengan melibatkan seluruh elemen bangsa sesuai dengan kedudukan dan kapasitasnya masing-masing.

“Peran serta elemen bangsa dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti melaporkan dugaan tindak pidana korupsi, memantau layanan publik, melaporkan penerimaan gratifikasi (aparatur sipil negara), membangun sistem dan manajemen antikorupsi, atau melakukan kampanye dan pendidikan antikorupsi,” tambahnya.

Direktur Jejaring Pendidikan KPK Aida Ratna Zulaiha yang juga hadir dalam kesempatan tersebut, mengatakan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak dapat hanya dilakukan melalui upaya-upaya penindakan pelaku, tetapi juga upaya-upaya pencegahan, yaitu melalui, perbaikan sistem, membangun integritas dan budaya antikorupsi, dan meningkatkan peran serta masyarakat.  

Tambahnya, hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang No.19 Tahun 2019 tentang Perubahan kedua Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Hal tersebut terdapat dalam pasal 6 (a)”tindakan-tindakan pencegahan sehingga tidak terjadi tindak pidana korupsi” dan Pasal 7 yaitu menyelenggarakan program pendidikan antikorupsi pada setiap jejaring pendidikan, merencanakan dan melaksanakan program sosialisasi pemberantasan tindak pidana korupsi dan melakukan kampanye antikorupsi kepada masyarakat,” tutup Aida.

Berita Terkait

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem Makarim Jadi 9 Tahun
Operasi ODOL Digelar, 46 Truk Diperiksa, 12 Kena Tilang
Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Pati Botok
Mas Botok Dibawa Polisi dari Depan DPR, Warga Sempat Kepung Petugas
OTT KPK Bongkar Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed
KPK Tahan Eks Pejabat Pajak, Tersangka Gratifikasi di Lingkungan DJP
KPK Tahan Eks Kakanwil DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv
KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Iklan Bank BJB, Negara Rugi Rp223,6 Miliar

Berita Terkait

Thursday, 24 September 2026 - 18:24 WIB

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem Makarim Jadi 9 Tahun

Friday, 28 August 2026 - 15:30 WIB

Operasi ODOL Digelar, 46 Truk Diperiksa, 12 Kena Tilang

Wednesday, 26 August 2026 - 17:05 WIB

Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Pati Botok

Monday, 24 August 2026 - 18:42 WIB

Mas Botok Dibawa Polisi dari Depan DPR, Warga Sempat Kepung Petugas

Monday, 24 August 2026 - 18:34 WIB

OTT KPK Bongkar Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed

Berita Terbaru

Megapolitan

LRT Jakarta Layani Lebih dari 100 Ribu Penumpang

Sunday, 27 Sep 2026 - 23:28 WIB