Kementerian PANRB Dukung Langkah Penguatan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender Online

Tuesday, 4 February 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DAELPOS.com – Kasus kekerasan berbasis gender online (KBGO) yang semakin marak terjadi memerlukan keahlian khusus dalam penyelesaiannya. Hal ini mendorong Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri meluncurkan modul pelatihan untuk dapat menangani kasus KBGO dengan lebih baik. Langkah penguatan bagi anggota Polri ini pun mendapat apresiasi dari dua kementerian, yakni Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen Polri dalam penanganan KBGO dan meningkatkan kesetaraan gender dengan diluncurkannya modul pelatihan untuk penanganan kekerasan berbasis gender di ranah elektronik,” ujar Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi dalam acara Peluncuran Modul Pelatihan Penanganan Kasus Kekerasan Berbasis Gender di Ranah Elektronik di Jakarta, Selasa (04/02/2025).

Meskipun KBGO bisa menimpa siapa saja, ditekankan bahwa perempuan dan anak menjadi pihak yang paling rentan dalam menerima KBGO. Adapun kasus KBGO yang sering terjadi antara lain cyber grooming, doxing, deepfake, cyber hacking, cyber stalking, cyber bullying, impersonating, sexting, sextortion, hingga penyebaran konten intim nonkonsensual.

Menteri Arifah menyampaikan, untuk mengurai kasus KBGO diperlukan kolaborasi dan komitmen dengan berbagai pihak, termasuk Polri, yang telah diwujudkan dengan modul pelatihan Penanganan Kasus Kekerasan Berbasis Gender di Ranah Elektronik bagi anggota Polri. Hal ini merupakan salah satu kemajuan langkah yang strategis dalam penanganan kasus KBGO, dimana berdasarkan data sudah ada, kasus ini berada pada taraf yang mengkhawatirkan dan membahayakan.

“Terus gelorakan semangat melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya di ranah daring. Saya yakin langkah sekecil apapun jika dilakukan bersama-sama dampaknya akan luar biasa dan akan membawa perubahan,” ungkap Menteri Arifah.

See also  Usulan BPIH, Wamenag Romo: Biaya Haji 2025 Bisa Turun

Langkah Lemdiklat Polri untuk memperkaya kompetensi bagi penyidik dan anggota Polri ini juga diapresiasi oleh Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto. Dirinya menyampaikan Kementerian PANRB mendukung langkah penguatan, khususnya bagi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polri ini.

“Kementerian PANRB mendukung penuh pengembangan kompetensi penyidik dan anggota Polri dalam menangani kasus KBGO melalui pelatihan ini, sehingga Polri dapat melayani masyarakat dengan lebih baik lagi,” ucapnya usai acara.

Penguatan melalui pembuatan modul ini menjadi pengembangan ide dan metode dalam menangani dan penyidikan kasus-kasus kekerasan berbasis gender, termasuk KBGO. Dengan adanya modul pelatihan ini, diharapkan Polri dapat semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada kasus KBGO dan kekerasan berbasis gender pada umumnya.

“Hadirnya modul pelatihan ini dapat menambah semangat penyidik di lapangan dan anggota Polri secara menyeluruh untuk dapat menuntaskan, mencegah, dan menyidik kasus KBGO, sehingga kejahatan yang semakin masif ini dapat dicegah dan terungkap. Dengan demikian, perempuan dan anak-anak di Indonesia dapat bebas dari kekerasan, khusunya di dunia digital,” jelas Wamen Purwadi.

Wamen Purwadi juga menyampaikan agar Polri dapat terus mengembangkan ide dan metode dalam penyidikan kasus kekerasan berbasis gender. Hal ini dikarenakan perkembangan dunia yang dinamis, sehingga Polri juga harus terus beradaptasi dalam menghadapi celah-celah kejahatan yang akan berkembang.

Modul pelatihan ini disusun atas kerja sama Lemdiklat Polri bersama United Nations for Development Programme (UNDP) Indonesia dengan dukungan dari Korean National Police Agency (KNPA) dan UNDP Seoul Policy Center (USPC). Modul ini berisikan materi pelatihan dengan pemahaman yang mendalam tentang konsep dan teknik pengangan kasus KBGO serta simulasi penanganan kasus, mekanisme rujukan, serta mekanisme perlindungan dan penegakan hukum yang lebih responsif.

See also  Anggota DPR Usulkan Segera Bentuk Pansus Jiwasraya

Sementara itu, Kepala Lemdiklat Polri Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana menyampaikan bahwa kasus KBGO ini menjadi perhatian bagi Polri, khususnya yang terjadi pada perempuan dan anak. “Dengan adanya modul pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas penyidik dalam penanganan kekerasan berbasis gender serta peka akan masalah-masalah perempuan dan anak,” tutupnya.

Berita Terkait

Kementerian PU Kembali Raih WTP, Pertahankan Opini BPK 7 Tahun Beruntun
Viva Yoga: Sebelum Ditempatkan Di Kawasan, Transmigran Wajib Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan
Pascagempa NTT, Kementerian PU Percepat Penanganan Sanitasi Di Pengungsian
Warga Gaza Ceritakan Musim Panas yang Lebih Menakutkan dari Bom
Bidik Investasi Rp2.322 T pada 2027, Keminveshil/BKPM Genjot Perizinan
Investasi dan Hilirisasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Kemandirian Nasional
JIAT Jadi Andalan Petani di Banjar Hadapi El Nino, Puluhan Hektare Lahan Terairi
Kemenko Polkam, BSSN, dan Telkom Perkuat Kolaborasi Nasional Hadapi Ancaman Era Komputasi Kuantum

Berita Terkait

Friday, 21 August 2026 - 10:32 WIB

Kementerian PU Kembali Raih WTP, Pertahankan Opini BPK 7 Tahun Beruntun

Thursday, 20 August 2026 - 10:57 WIB

Viva Yoga: Sebelum Ditempatkan Di Kawasan, Transmigran Wajib Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan

Wednesday, 19 August 2026 - 22:01 WIB

Pascagempa NTT, Kementerian PU Percepat Penanganan Sanitasi Di Pengungsian

Tuesday, 18 August 2026 - 10:32 WIB

Warga Gaza Ceritakan Musim Panas yang Lebih Menakutkan dari Bom

Saturday, 15 August 2026 - 22:46 WIB

Bidik Investasi Rp2.322 T pada 2027, Keminveshil/BKPM Genjot Perizinan

Berita Terbaru