Sosialisasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika, Wamen Viva Yoga: Kita Dukung Tugas BNN

Monday, 4 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kedatangan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Denpasar, Seminyak, Badung, Bali, 31/7/2025, disambut oleh Kepala BPPMT Efi Sumarliningsih dan Kabid Pemberantasan & Intelejen Badan Narkotika Nasional (BNN) Bali Kombes I Made Sinar Subawa.

Pagi itu di gedung yang lebih dikenal dengan sebutan Balai Transmigrasi Denpasar digelar ‘Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di Lingkungan BPPMT Kementerian Transmigrasi (Kementrans). Dalam sosialisasi, I Made Sinar Sumbawa tidak hanya memaparkan bahaya narkotika namun BNN juga melakukan test urin untuk mengecek ada tidaknya kandungan narkotika pada 53 pegawai yang hadir dalam acara itu.

Viva Yoga mengungkapkan sosialisasi dan test urin di lingkungan Kementrans dilakukan secara bergelombang, mulai dari pegawai pusat, balai di Denpasar, dan selanjutnya menyusul balai-balai lainnya seperti di Jogjakarta.

Dikatakan, pegawai Kementrans harus sehat, fit, prima, dan menunjukan ketauladanannya sebagai pelayan publik. “Bayangkan kalau aparatur sipil negara lemah karena terkena narkotika”, ujarnya. “Pasti hal demikian akan menjadi masalah besar”, tambahnya.

Diingatkan seseorang, masyarakat, dan negara bila terlibat serta masif ada peredaran dan perdagangan narkotika, pasti di sana ada kekacauan. Penyalahgunaan narkotika bukan hanya soal kesehatan namun juga masalah sosial, ekonomi, dan kedaulatan suatu negara. “Di beberapa negara Amerika Latin kekacauan karena narkotika terjadi”, tuturnya. Geng-geng narkotika bertarung karena ini uang besar. Mereka memproduksi narkotika dan uangnya digunakan untuk perang. “Jadi masalah narkotika ini sangat komplek”, ungkapnya.

Viva Yoga menceritakan dirinya pernah berdiskusi dengan Kepala BNN saat masih dijabat Budi Waseso. Disebut peredaran narkotika di Indonesia, 80 persen masuk lewat jalur laut. Mereka menyamar sebagai nelayan beserta kapal ikan tangkapnya. Saat ada patroli dan diperiksa, di atas memang tidak ditemukan bungkusan yang berbahaya namun ketika diperiksa di bawah lambung kapal, di tempat itu terdapat kemasan narkotika. “Praktek seperti ini sepertinya masih kerap terjadi”, ujarnya. “Peredaran narkotika semakin canggih apalagi dalam sosialisasi tadi disebut pembayarannya menggungakan uang kripto”, tambahnya. Jadi semakin susah dideteksi. Untuk itu Viva Yoga mendukung BNN perlu diperlengkapi dengan alat-alat canggih agar bisa mendeteksi proses transaksi.

See also  Pernah Gugat Presidential Threshold, Tamsil Linrung Apresiasi Putusan MK

Di Bali didorong BNN perlu terus meningkatkan perannya sebab dari data yang ada 72 desa masuk katagori waspada dan 173 desa masuk katagori siaga. “Kalau BNN melakukan tugas pokoknya di mana saja, termasuk di BPPMT Denpasar, harus kita dukung”, tegasnya.

Menurut pria asal Lamongan, Jawa Timur, hal demikian penting sebab BNN menjadi penjaga kedaulatan bangsa. Diceritakan tentang Perang Candu, perang antara China dan Inggris yang terjadi di daratan China. Untuk melemahkan kekuatan suatu negara maka diberikanlah rakyat dengan opium (narkotika). Karena mengkonsumsi opium, maka rakyat tambah bodoh sebab sel otak dan organ lainnya mati. “Opium yang dikonsumsi berpengaruh terhadap kecerdasan dan kesehatan sehingga melemahkan suatu negara”, ujarnya. ”Daya rusak narkotika sangat dahsyat”, tambahnya.

Belajar dari atas, Viva Yoga menegaskan agar pegawai Kementrans harus membuktikan sebagai orang yang sehat dan bebas penyalahgunaan narkotika.

Berita Terkait

Ganjil Genap Gerbang Tol Tetap Mengacu Aturan Lama
Perjuangan DPD RI Berbuah, RUU Daerah Kepulauan Mulai Dibahas
Kasus Penyekapan Bandung, Fahira Sampaikan Tujuh Desakan
Yulian Gunhar: Menghormati Perbedaan adalah Wujud Pengamalan Nilai Kemanusiaan dalam Pancasila
Ratusan Warga Terancam Krisis Air Bersih, Senator Mirah Desak Pemda Bima Bertindak Cepat
Puncak HUT Jakarta Digelar di Bundaran HI 27 Juni
Bersama Becky Tumewu dan Wahyu Wiwoho, PPID Sharing Ulik Komunikasi di Era Keterbukaan Informasi
Pemerintah Kaji Transformasi Kelembagaan untuk Perkuat Pembangunan Hukum

Berita Terkait

Saturday, 27 June 2026 - 10:34 WIB

Perjuangan DPD RI Berbuah, RUU Daerah Kepulauan Mulai Dibahas

Saturday, 27 June 2026 - 10:29 WIB

Kasus Penyekapan Bandung, Fahira Sampaikan Tujuh Desakan

Friday, 26 June 2026 - 14:52 WIB

Yulian Gunhar: Menghormati Perbedaan adalah Wujud Pengamalan Nilai Kemanusiaan dalam Pancasila

Thursday, 25 June 2026 - 10:51 WIB

Ratusan Warga Terancam Krisis Air Bersih, Senator Mirah Desak Pemda Bima Bertindak Cepat

Thursday, 25 June 2026 - 10:37 WIB

Puncak HUT Jakarta Digelar di Bundaran HI 27 Juni

Berita Terbaru

Nasional

Harga Pupuk Turun, Transmigrasi Siap Dukung Swasembada Pangan

Sunday, 28 Jun 2026 - 00:51 WIB

Olahraga

Permalukan India, Timnas Voli Indonesia ke Final AVC Cup 2026

Sunday, 28 Jun 2026 - 00:09 WIB

Nasional

PAPDESI Deklarasi Dukung Penuh MBG dan KDMP

Sunday, 28 Jun 2026 - 00:02 WIB

foto ist

Energy

Harga Minyak Turun, Pertamina Siap Turunkan BBM Bertahap

Saturday, 27 Jun 2026 - 12:14 WIB