daelpos.com – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menegaskan komitmen pendampingan berkelanjutan bagi pelaku UMKM kriya di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan. Sejak diluncurkan pada Desember 2025, program Sentra Kriya Ogan Ilir telah memasuki tahap keempat pendampingan dengan menyasar dua kelompok binaan utama, yakni Kelompok Kain Gebeng dan Kelompok Usang Sungging (perak dan tembaga).
Rangkaian pendampingan ini dirancang sebagai roadmap berjenjang, bukan kegiatan tunggal. Diawali dengan Soft Launching dan Workshop UMKM Naik Kelas pada Desember 2025 yang berfokus pada penguatan organisasi kelompok, growth mindset kewirausahaan, dan eksplorasi motif berbasis budaya lokal. Workshop ini menghadirkan Ketua Komisariat PINBUK (Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil) Sumatera Selatan, M. Umar Husein, untuk materi Strategi Bisnis dan Mindset Growth UMKM serta Owner KC Haris Jaya, Ahmad Habibi, untuk Pelatihan Motif Batu Kain Gebeng. Tahap ini menjadi fondasi awal setelah asesmen menunjukkan kedua kelompok memiliki potensi besar namun membutuhkan penguatan di aspek manajemen, koordinasi kerja, serta kualitas dan inovasi produk.
Memasuki awal tahun 2026, Hutama Karya menggelar Workshop UMKM Naik Kelas Batch 2 dengan dua materi utama, yaitu Komunikasi dan Negosiasi UMKM serta Pemasaran dan Digital Marketing. Workshop yang menghadirkan Dosen Pendidikan Masyarakat Universitas Sriwijaya, Ardi Saputra,S.Pd., M.Sc dan Founder Ayunda Regency, Millati Azka, S.M ini berhasil mendorong terbentuknya akun media sosial program @sentrakriya_oganilir serta akun pribadi usaha milik para perajin sebagai pintu masuk ke pasar digital.
Pengembangan UMKM ini kemudian berlanjut pada April 2026 melalui Workshop UMKM Naik Kelas Batch 3 di Aula Kecamatan Tanjung Batu. Difasilitasi oleh Founder Klinik UMKM TOP dan Fasilitator Dinas Perindustrian Provinsi Sumatra Selatan, Iwan Setiawan, workshop ini berfokus pada Pola Desain Produk dan Praktik Rencana Bisnis Berkelanjutan menggunakan tools Business Model Canvas (BMC).
Lebih lanjut, Hutama Karya juga menyelenggarakan Pelatihan Las dan Finishing Produk Tembaga khusus bagi Kelompok Usang Sungging di Desa Tanjung Batu. Pelatihan dua hari yang difasilitasi Owner Sam Art Gallery atau Perajin Tembaga Senior dari Desa Tumang, Cepogo, Slamet Haryanto yang mengajarkan teknik penyambungan las tembaga, polishing, pewarnaan, hingga coating pelindung akhir. Dari pelatihan ini, kelompok berhasil menyepakati pembagian peran berdasarkan keahlian masing-masing anggota, mulai dari pola dan desain, pengelasan, hingga finishing.
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa pendekatan berjenjang ini menjadi kunci agar manfaat pendampingan benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha. “Sejak Desember 2025, kami merancang Sentra Kriya Ogan Ilir sebagai ekosistem yang dibangun bertahap, mulai dari organisasi, digitalisasi, desain dan rencana bisnis, hingga keterampilan teknis produksi. Setiap tahap dibangun berdasarkan hasil dan evaluasi tahap sebelumnya, sehingga perajin betul-betul naik kelas,” ujarnya.
Apresiasi atas keberlanjutan program ini disampaikan Ketua KUB Usang Sungging, Abdul Kadir Jailani, yang konsisten mengikuti seluruh rangkaian sejak Desember 2025. “Kami merasakan betul bedanya. Kalau dulu kami hanya bisa memproduksi, sekarang kami bisa mendesain motif baru, punya akun media sosial usaha, paham menyusun rencana bisnis, sampai bisa membagi tugas di kelompok sesuai keahlian.” ujarnya.
Hutama Karya memposisikan Sentra Kriya Ogan Ilir sebagai model pendampingan UMKM kriya yang terintegrasi, berdaya saing, dan berkelanjutan. Hingga April 2026, program ini telah menjangkau lebih dari 60 perajin aktif dari dua kelompok binaan dengan rangkaian pendampingan yang komprehensif.
Program ini sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan usaha kecil dan penciptaan peluang kerja di sektor kriya. Inisiatif ini juga mendukung agenda Asta Cita pemerintah terkait perluasan kesempatan kerja berkualitas dan pengembangan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.








