Kementerian PU Lanjutkan Pembangunan Bendungan Karangnongko, Penopang Swasembada Pangan dan Air di Bojonegoro-Blora

Friday, 1 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berkomitmen menyelesaikan pembangunan bendungan yang telah masuk tahap konstruksi (on going) guna mendukung Visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mencapai swasembada pangan, energi, dan ketahanan air nasional. Pada Tahun Anggaran 2025, salah satu fokus pemerintah adalah melanjutkan pembangunan Bendungan Karangnongko di Desa Ngelo dan Desa Mendenrejo yang berada di perbatasan Kabupaten Bojonegoro dan Blora.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pengelolaan air dari bendungan tidak hanya soal tampungan, tetapi juga menyangkut pengelolaan terhadap ketersediaan air sepanjang tahun, terutama bagi daerah irigasi. Air merupakan elemen penting dalam menjamin keberlanjutan produksi pangan nasional.

“Dengan selesainya pembangunan fisik bendungan, fokus selanjutnya adalah percepatan pengembangan jaringan irigasi teknis. Ini penting untuk mendukung produktivitas pertanian dan meningkatkan jumlah masa panen bagi petani,” ujar Menteri Dody.

Bendungan Karangnongko menjadi salah satu upaya penguatan infrastruktur sumber daya air sebagai bagian strategi PU608 dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% pada tahun 2029.

Konstruksi Bendungan Karangnongko mulai dikerjakan sejak 2023 oleh Balai Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, melalui dua paket pekerjaan dengan nilai kontrak sebesar Rp1,26 triliun dengan target selesai 2026.

Bendungan ini memiliki kapasitas tampung sebesar 59,1 juta m³ dirancang untuk mengairi Daerah Irigasi (DI) seluas 63.774 Hektare (Ha) melalui Daerah Irigasi (DI) Karangnongko Kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.746 Ha dengan debit 2,85 m3/detik. Serta DI Karangnongko Kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 Ha dengan debit 7,90 m3/detik.

Bendungan ini juga diproyeksikan dapat menyuplai air di kawasan Solo Valley Werken (jaringan irigasi) dan pengendali banjir sejak zaman pemerintah Hindia Belanda yang membentang dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik dan Surabaya) seluas 62.000 Ha. Sistem irigasi teknis yang dirancang akan memanfaatkan aliran Sungai Bengawan Solo untuk memastikan suplai air yang optimal, sehingga dapat meningkatkan intensitas tanam dan hasil panen tiap tahun.

See also  KB Kookmin Bank Jadi Pembeli Siaga PUT V Bank Bukopin

Dengan luas genangan 1.026,55 Ha, Bendungan Karangnongko juga dirancang dapat memberi manfaat untuk menambah cadangan tampungan air dalam rangka menjamin keberlanjutan suplai air baku sebesar 1.150 liter/detik untuk Kabupaten Bojonegoro, Ngawi, Blora, dan Tuban. Suplai air baku dari Bendungan Karangnongko diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan air minum bagi 270.305 jiwa.

Bendungan Karangnongko juga memiliki fungsi sebagai pengendali banjir Sungai Bengawan Solo dengan mereduksi debit banjir sekitar 760 Ha. Keberadaan Bendungan ini akan membantu mengoptimalkan pengendalian banjir, khususnya di wilayah hilir Kabupaten Lamongan yang selama ini mengandalkan Bendung Gerak Bojonegoro, Bendung Gerak Babat, dan Bendung Gerak Sembayat.

Kepala BBWS Bengawan Solo Gatut Bayuadji mengatakan Bendungan Karangnongko juga memiliki potensi-potensi lain yang dapat dikembangkan untuk mendukung swasembada energi sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Air dengan berkapasitas 1 Mega Watt.

“Nantinya juga berpotensi sebagai destinasi wisata berbasis air dan kuliner yang sejalan dengan pengembangan kawasan berbasis ekonomi lokal Kabupaten Bojonegoro maupun Blora,” kata Gatut. (*)

Berita Terkait

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan
Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan
Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja
Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi
Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon
Dorong Ketahanan Pangan, Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan
Gunhar: Kekayaan Alam Harus Digunakan Sebesar-besarnya untuk Kesejahteraan Rakyat
Menteri Dody Sisir Titik Kekeringan, Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan
Tag :

Berita Terkait

Wednesday, 7 October 2026 - 12:50 WIB

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan

Monday, 5 October 2026 - 13:04 WIB

Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan

Saturday, 3 October 2026 - 13:53 WIB

Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja

Saturday, 3 October 2026 - 10:54 WIB

Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi

Friday, 2 October 2026 - 12:41 WIB

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Epson Hadirkan SureColor V4000, Printer UV Flatbed Ringkas untuk Bisnis

Wednesday, 7 Oct 2026 - 15:48 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara, serta penyerahan hasil penguasaan kembali kawasan hutan tahap kedelapan, yang digelar di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Foto Istimewa

Berita Terbaru

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan

Wednesday, 7 Oct 2026 - 12:50 WIB