3.719 Relawan Kesehatan Dikerahkan, Layani Pengungsi di Ribuan Pos Pengungsian

Tuesday, 6 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Sebanyak 3.719 relawan kesehatan telah dikerahkan sejak awal bencana untuk mendukung pelayanan kesehatan di wilayah terdampak di Provinsi Aceh. Seluruh relawan dimobilisasi dan dikoordinasikan melalui Health Emergency Operation Center (HEOC) sesuai dengan prosedur penanganan bencana Kementerian Kesehatan.

Berdasarkan laporan kumulatif Sub Klaster Pelayanan Kesehatan, relawan tersebar di 18 kabupaten/kota serta tingkat provinsi. Konsentrasi relawan terbesar berada di Kabupaten Pidie Jaya sebanyak 1.065 orang dan Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 923 orang.

HEOC dibentuk sejak hari pertama hingga hari ketiga bencana di seluruh wilayah terdampak. Pusat kendali ini berperan menganalisis kebutuhan tenaga kesehatan sekaligus mengatur lalu lintas, alokasi, dan pergerakan relawan agar pelayanan kesehatan berjalan efektif dan merata.

Sejak hari kedua bencana, relawan kesehatan mulai ditempatkan di berbagai fasilitas pelayanan. Saat ini, layanan kesehatan diberikan melalui sekitar 309 puskesmas, 23 RS Pemerintah (RSUD dan RS TNI/Polri), dan 377 pos kesehatan yang menjangkau 1.008  pos pengungsian.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Agus Jamaludin, mengatakan koordinasi yang intensif menjadi kunci untuk memastikan layanan kesehatan tidak terputus di seluruh wilayah terdampak.

“Kami mengerahkan seluruh potensi tenaga kesehatan yang ada dan terus memantau distribusi relawan agar bantuan dapat menjangkau setiap daerah sesuai kebutuhannya,” ujar Agus.

Ia menambahkan bahwa tantangan utama saat ini adalah memastikan rotasi relawan berjalan lancar tanpa mengganggu kontinuitas layanan di fasilitas kesehatan.

“Dengan rata-rata masa tugas relawan 10–12 hari, penugasan diatur agar setiap fasilitas tetap memiliki tenaga kesehatan setiap saat,” jelasnya.

Dari sisi komposisi profesi, relawan didominasi tenaga medis lapangan. Perawat menjadi profesi terbanyak dengan 923 orang, disusul tenaga kesehatan lainnya sebanyak 766 orang, dokter umum 736 orang, dan dokter spesialis 264 orang. Selain itu, terdapat 179 apoteker, 124 bidan, serta 350 tenaga non kesehatan yang mendukung operasional layanan.

See also  Jokowi: Kita Bisa Lewati Masa Pandemi, Pakai Masker, Jaga Jarak Dan Cuci Tangan

Sejumlah profesi pendukung juga diterjunkan, antara lain tenaga sanitasi lingkungan, logistik, gizi, psikologi klinis, hingga entomolog kesehatan.

Berdasarkan asal instansi, mayoritas relawan berasal dari unsur pemerintah dengan jumlah 2.399 orang. Dukungan juga diberikan oleh kalangan akademisi sebanyak 780 orang, NGO/LSM 307 orang, serta organisasi profesi sebanyak 233 orang.

Berita Terkait

Kementerian PU Bentuk Balai Pengelolaan Dana Pengembangan Jalan Tol Perkuat Tata Kelola PNBP
Kurangi Risiko Gagal Panen, Kementerian PU Pompa Air ke 5 Hektare Sawah di Muaro Jambi
Dorong Tata Kelola yang Adaptif, HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026
Ajak Mahasiswa UMJ Jadi Pengusaha, Mendes Yandri Siapkan 49 Negara Tujuan Desa Ekspor
Mendale Berbenah, Kawasan Wisata Danau Lut Tawar Kini Makin Nyaman
Tamsil Linrung Sodorkan Solusi Netral Fiskal ke Menkeu
Pemerintah Tetapkan Pemenang Lelang 6 Wilayah Kerja Migas
BGN Perketat Tata Kelola Penerimaan Program MBG.

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 22:17 WIB

Kurangi Risiko Gagal Panen, Kementerian PU Pompa Air ke 5 Hektare Sawah di Muaro Jambi

Monday, 21 September 2026 - 14:35 WIB

Dorong Tata Kelola yang Adaptif, HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Monday, 21 September 2026 - 14:05 WIB

Ajak Mahasiswa UMJ Jadi Pengusaha, Mendes Yandri Siapkan 49 Negara Tujuan Desa Ekspor

Sunday, 20 September 2026 - 17:26 WIB

Mendale Berbenah, Kawasan Wisata Danau Lut Tawar Kini Makin Nyaman

Sunday, 20 September 2026 - 00:29 WIB

Tamsil Linrung Sodorkan Solusi Netral Fiskal ke Menkeu

Berita Terbaru

News

Puluhan Anak TK Belajar Palestina Lewat Permainan Interaktif

Wednesday, 23 Sep 2026 - 07:03 WIB