daelpos.com — PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) memperkuat kolaborasi sinergis dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di dua lokasi strategis, yaitu Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polewali Mandar. Sinergi lintas instansi yang melibatkan DPRD, Dinas Sosial, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Barat ini menjadi tonggak penting dalam menyukseskan proyek. Langkah strategis ini tidak hanya dirancang untuk mempercepat progres fisik, melainkan sebagai wadah kolaborasi yang memadukan keahlian tenaga kerja dari luar dengan tenaga kerja lokal di Sulawesi Barat. Pertemuan dua elemen ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kerja yang produktif sekaligus menstimulasi pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi proyek.
Untuk mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Barat (Sulbar), Hutama Karya bersinergi melakukan penambahan tenaga kerja lokal Sulbar di kedua lokasi proyek. Menjawab kebutuhan tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Barat memastikan kesiapan untuk pemenuhan tenaga kerja lokal Sulawesi Barat diintegrasikan ke dalam tahapan pekerjaan di lapangan secara bertahap, sesuai kualifikasi dan ritme percepatan proyek.
Sebagai bagian dari komitmen pemberdayaan masyarakat Sulawesi Barat, tenaga kerja lokal yang telah terlibat saat ini berperan aktif di berbagai pekerjaan inti — mulai dari pekerjaan struktur dan Dinding Penahan Tanah (DPT), pembangunan gedung sekolah dan asrama, hingga instalasi MEP, pekerjaan jalan kawasan, serta peran operasional dan quality control di lapangan.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulbar, Abdul Rahim, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas pelaksanaan proyek Sekolah Rakyat di tanah Mandar. “Kami di DPRD Sulawesi Barat mendukung penuh pembangunan Sekolah Rakyat ini, dan kami mengucapkan terima kasih kepada Hutama Karya yang telah berkomitmen menghadirkan fasilitas pendidikan strategis ini di Sulawesi Barat. Atas kebutuhan tenaga kerja lokal yang diajukan Hutama Karya, kami bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi siap menyalurkan putraputri Sulbar untuk menjadi bagian aktif dari pembangunan ini — agar masyarakat Sulbar mendapatkan manfaat langsung, bukan hanya sebagai penerima, tetapi sebagai pelaku pembangunannya,” ujar Abdul Rahim.
Selain penyerapan tenaga kerja, sinergi ini juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal di sekitar lokasi proyek. Hutama Karya bersama pemerintah daerah memfasilitasi pemanfaatan warung dan vendor material lokal milik warga sekitar untuk pemenuhan kebutuhan logistik harian ribuan pekerja proyek setiap hari. Pola ini menghasilkan multiplier effect ekonomi bagi UMKM lokal selama masa pelaksanaan proyek — dari pedagang makanan, warung kelontong, hingga penyedia jasa pendukung di sekitar Simboro, Mamuju, dan Polewali Mandar.








