daelpos.com – Sebuah insiden tabrak lari yang melibatkan mobil sedan mewah BMW M50 berwarna abu-abu gelap menghebohkan warga Jakarta Barat, Senin (22/6/2026) pagi. Mobil tersebut diduga menabrak seorang pengemudi ojek online (ojol) di depan kampus Universitas Mercu Buana, Meruya, Jakarta Barat.
Menurut informasi yang dihimpun, usai terjadi benturan, pengemudi BMW tidak menghentikan kendaraannya untuk memberikan pertolongan maupun mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sopir justru tancap gas meninggalkan lokasi kejadian.
Tindakan tersebut memicu reaksi warga dan sejumlah pengemudi ojol yang berada di sekitar lokasi. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Massa berupaya menghentikan laju kendaraan yang terus melarikan diri menuju kawasan Kebon Jeruk.
Pelarian mobil sedan bernomor polisi 77 NRI itu akhirnya berakhir di kawasan Jalan Arjuna Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Setelah berhasil dikejar dan dikepung warga bersama para pengemudi ojol, kendaraan tersebut tidak lagi dapat melanjutkan perjalanan.
Emosi massa yang memuncak akibat dugaan aksi tabrak lari membuat situasi sempat memanas. Mobil mewah itu menjadi sasaran pelampiasan kemarahan warga hingga mengalami kerusakan cukup parah di sejumlah bagian.
Untuk mencegah kendaraan kembali kabur sebelum aparat tiba di lokasi, warga diketahui mengganjal roda depan mobil menggunakan pembatas jalan plastik (road barrier) serta batang pohon berukuran besar. Tak hanya itu, ban kendaraan juga sempat dikempesi agar tidak dapat bergerak.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pengemudi kendaraan merupakan seorang pria paruh baya yang mengenakan kemeja putih. Selama situasi berlangsung, pria tersebut memilih tetap berada di dalam kabin mobil yang sudah dikepung massa.
Wajah pengemudi terlihat tegang dan syok. Ia diduga bertahan di dalam kendaraan untuk menghindari amukan massa yang semakin tidak terkendali.
Tidak lama berselang, sejumlah personel polisi lalu lintas tiba di lokasi untuk mengendalikan situasi. Petugas kemudian mengamankan pengemudi dari dalam mobil serta melakukan pengaturan lalu lintas guna menghindari kemacetan yang lebih panjang di Jalan Arjuna Selatan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap kejadian, kondisi korban pengemudi ojol, maupun status hukum pengemudi BMW tersebut. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kecelakaan dan dugaan pelanggaran yang terjadi.
“Kasus ini menjadi perhatian warga karena selain melibatkan dugaan tabrak lari, insiden tersebut juga memicu aksi spontan massa yang berujung pada perusakan kendaraan pelaku,” ujar salah seorang saksi di lokasi.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap menahan diri dan menyerahkan proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.








