Teknologi Kedirgantaraan Buka Keterisolasian Kawasan Transmigrasi, Dorong Industri dan Lapangan Kerja Baru

Saturday, 12 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com — Kementerian Transmigrasi mendorong pemanfaatan teknologi kedirgantaraan untuk membuka keterisolasian kawasan sekaligus mempercepat tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di luar Pulau Jawa. Pemanfaatan citra satelit, pemetaan wilayah, hingga teknologi konektivitas diharapkan tidak berhenti pada kecanggihan teknologi, tetapi mampu meningkatkan produktivitas, menarik investasi, membuka lapangan kerja, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, transmigrasi saat ini tidak lagi semata-mata berorientasi pada perpindahan penduduk. Fokusnya bergeser pada pembangunan kawasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis industrialisasi.

“Transmigrasi saat ini, saya tidak takut memindahkan orang. Yang saya takut adalah tidak tercapai tujuannya. Concern transmigrasi saat ini adalah menciptakan pertumbuhan baru berbasis kawasan dan industrialisasi. Dari keterisolasian menuju pusat pertumbuhan, di situlah peran teknologi kedirgantaraan dalam transformasi kawasan transmigrasi bekerja,” kata Menteri Iftitah saat memberikan Kuliah Umum di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya), Halim, Kamis (10/9).

Menurut Menteri Iftitah, tantangan membangun kawasan transmigrasi tidak sederhana. Sebagian kawasan berada jauh dari pusat ekonomi dan menghadapi keterbatasan konektivitas, informasi, maupun akses terhadap teknologi. Karena itu, teknologi kedirgantaraan dapat menjadi salah satu instrumen untuk mengatasi hambatan geografis sekaligus membantu pemerintah dan masyarakat mengambil keputusan pembangunan secara lebih tepat.

Salah satu penerapannya mulai dilakukan di Kawasan Transmigrasi Melolo, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Teknologi citra satelit dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan industrialisasi tebu, termasuk membantu mengidentifikasi kesesuaian lahan dan tanaman.

“Saat ini di Kawasan Transmigrasi Melolo telah berjalan pemanfaatan teknologi satelit untuk mendukung industrialisasi tebu. Ini contoh konkret pertanian modern menggunakan teknologi citra satelit, dengan melibatkan ilmuwan untuk membantu mendeteksi tanaman tebu yang cocok ditanam di sana,” terangnya.

See also  Jokowi Tinjau Aktivitas Perdagangan Pasca Lebaran di Jakarta

Pemanfaatan teknologi tersebut, menurut Menteri Iftitah, harus bermuara pada manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat. Data dan teknologi dapat membantu meningkatkan produktivitas kawasan, sementara industrialisasi menciptakan nilai tambah dari potensi lokal. Ketika industri berkembang, kebutuhan tenaga kerja meningkat, pendapatan masyarakat bertambah, dan aktivitas ekonomi baru dapat tumbuh.

“Bukan hanya sekadar memindahkan penduduk, tetapi bagaimana kita membangun industrialisasi di luar Pulau Jawa. Dengan adanya industrialisasi, lapangan kerja terbuka, daya beli masyarakat meningkat, dan pada akhirnya aktivitas ekonomi serta penerimaan negara juga tumbuh,” ujarnya.

Untuk mempercepat transformasi tersebut, Kementerian Transmigrasi juga menjalankan program Transmigrasi Patriot, yang mempertemukan ilmu pengetahuan dan inovasi perguruan tinggi dengan persoalan nyata di kawasan transmigrasi. Kawasan transmigrasi menjadi “laboratorium hidup” bagi akademisi dan mahasiswa untuk menguji sekaligus menerapkan ilmu yang dapat memberikan solusi langsung bagi masyarakat.

Di hadapan mahasiswa Unsurya, Menteri Iftitah mengajak generasi muda untuk melihat kawasan transmigrasi bukan sebagai wilayah tertinggal, melainkan sebagai ruang masa depan yang menyimpan peluang pengembangan teknologi, industri, dan ekonomi baru.

“Punya ide bagus belum tentu punya energi untuk berbuat dan bergerak. Saya ingin menanamkan mimpi kepada mahasiswa: coba lihat Indonesia sebagai masa depan. Kita harus bisa melihat peluang yang orang lain tidak lihat. Yang paling kuat bukan yang paling pintar, tetapi yang mampu mengikuti perkembangan zaman, salah satunya melalui teknologi,” tegasnya.

Ia menambahkan, ruang pengembangan kawasan transmigrasi saat ini juga semakin luas. Potensi ekonomi yang dikembangkan tidak lagi terbatas pada pertanian, tetapi mencakup sektor maritim, pariwisata, industri berbasis sumber daya lokal, hingga sektor-sektor ekonomi baru yang sesuai dengan karakteristik masing-masing kawasan.

See also  Mensos Sampaikan Dukungan dan Motivasi

Transformasi tersebut diharapkan menciptakan siklus pertumbuhan baru: teknologi membuka keterisolasian, konektivitas membuka akses ekonomi, investasi mendorong industrialisasi, dan industrialisasi menciptakan pekerjaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rektor Unsurya Marsdya TNI (Purn) Sungkono mendukung pemanfaatan teknologi kedirgantaraan untuk menjawab tantangan geografis Indonesia. Menurutnya, konektivitas tidak hanya berbicara mengenai jarak, tetapi bagaimana seluruh wilayah dapat terhubung dengan pusat-pusat aktivitas ekonomi.

“Untuk mewujudkan konektivitas, bukan mengenai jarak, tetapi bagaimana semua urat nadi wilayah, terutama ekonomi, dapat terhubung. Teknologi kedirgantaraan mampu menembus ruang dan jarak dengan cepat dan strategis. Teknologi yang baik bukan hanya yang canggih, tetapi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Sungkono.

Menteri Iftitah menegaskan, ukuran keberhasilan transformasi transmigrasi pada akhirnya bukan terletak pada seberapa banyak teknologi yang digunakan, melainkan seberapa besar perubahan yang dirasakan masyarakat.

“Pendekatan transmigrasi saat ini berbeda. Kita menghadirkan SDM unggul, teknologi, dan industrialisasi agar kawasan tumbuh dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutup Menteri

Berita Terkait

Bangun Desa di Bengkulu, Kemendes Kolaborasi dengan Kopassus
HKI Perkuat Reputasi Infrastruktur Berkelanjutan melalui Capaian Tiga Penghargaan IQSA 2026
Mama-mama Kampung Sahari Sulap Ikan Tak Laku Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi
Olahan Matoa Buka Sumber Penghasilan Baru bagi Ratusan Warga Prafi
Kementerian PU Terus Pantau Debit Sungai Mahakam yang Surut Akibat Kemarau
Kementerian PU Salurkan 11.800 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jonggol
Bank Jakarta dan ITB Bangun Ekosistem Pendidikan, Riset, dan SDM
PT Astra International Tbk Melalui Nurani Astra Bangun 7 Posko Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur

Berita Terkait

Saturday, 12 September 2026 - 16:58 WIB

Teknologi Kedirgantaraan Buka Keterisolasian Kawasan Transmigrasi, Dorong Industri dan Lapangan Kerja Baru

Thursday, 10 September 2026 - 13:51 WIB

Bangun Desa di Bengkulu, Kemendes Kolaborasi dengan Kopassus

Wednesday, 9 September 2026 - 13:36 WIB

HKI Perkuat Reputasi Infrastruktur Berkelanjutan melalui Capaian Tiga Penghargaan IQSA 2026

Tuesday, 8 September 2026 - 13:36 WIB

Mama-mama Kampung Sahari Sulap Ikan Tak Laku Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi

Monday, 7 September 2026 - 13:50 WIB

Olahan Matoa Buka Sumber Penghasilan Baru bagi Ratusan Warga Prafi

Berita Terbaru

Olahraga

PP PBVSI Lepas Tim Voli Pantai dan Indoor ke Asian Games 2026

Sunday, 13 Sep 2026 - 16:50 WIB

Dok: Panitia Pelaksana Kegiatan Hutan.ID Fest 2026, foto dari kiri ke kanan: Surya Abdulgani,S.Sos., M.Sc. (Pranata Humas Ahli Madya Kementerian Kehutanan), Perwakilan Ditjen Planalogi Kehutanan, Sapta Reny Purnama (Penalaah Teknis Bag. Hub Antar Lembaga), Perwakilan Ditjen PDASRH, Emillia  Rosa (Ketua Pelaksana Kegiatan Hutan.ID Fest 2026) dan Perwakilan PLN Indonesia Power)

News

Hutan.ID Fest 2026: Dari Refleksi Menuju Aksi Jaga Hutan

Sunday, 13 Sep 2026 - 15:29 WIB

Nasional

Tak Ada Uang, Anak SD Berikan Cincin untuk Palestina

Sunday, 13 Sep 2026 - 13:54 WIB

Petugas PLN sedang melakukan penataan instalasi dan kabel kelistrikan di kawasan sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat sebagai proses persiapan gelaran MotoGP Mandalika yang akan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026.

Energy

PLN Perkuat Kelistrikan Jelang MotoGP Mandalika 2026

Sunday, 13 Sep 2026 - 09:20 WIB

Nasional

Dari Cabai ke Pelepah Sawit, Prafi Genjot Ekonomi Warga

Sunday, 13 Sep 2026 - 09:01 WIB