Tidak Boleh Ada Lagi Korban Perjuangan Antikorupsi

Wednesday, 15 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ( kpk.go.id )

Ilustrasi ( kpk.go.id )

DAELPOS.com – Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, kini sudah berjalan tiga tahun dan memasuki babak baru. Sidang perdana pembacaan dakwaan terhadap dua terdakwa, yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahuletta, telah digelar pada Kamis (19/3) lalu di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Dari perkembangan kasus ini, tentu menyisakan harapan bahwa kasus penyerangan terhadap pejuang antikorupsi, harus dituntaskan. “Menegakkan keadilan dan kebenaran lebih penting dari pada sekadar hanya membalas atau menghukum seseorang, tapi kita harus membuka semua dengan optimis dan apa adanya,” kata Novel Baswedan, dalam acara peringatan tiga tahun penyerangan terhadapnya –seperti dilansir laman kpk.go.id (13/4).

Dalam acara peringatan tiga tahun penyerangan terhadap Novel Baswedan yang diselenggarakan Amnesty International Indonesia secara live di media sossial, Novel berharap proses hukum dapat berjalan dengan transparan, sehingga kebenaran dapat diungkap.

Namun Novel juga berharap pelaku penyerangan terhadapnya bisa mendapatkan hukuman yang setimpal, dan hakim mampu mencermati fakta-fakta lain yang belum terungkap yang berkaitan dengan penyerangan tersebut.

“Jangan menutup diri dari alur cerita yang detail yang apa adanya,” tegasnya.

Novel menekankan, penuntasan kasus itu bukan semata-mata untuk menunjukkan aktor utama atau dalang kekerasan, melainkan juga untuk menunjukkan komitmen negara dalam melindungi pejuang-pejuang antikorupsi.

“Kerja pemberantasan korupsi bukanlah hal main-main. Ancaman yang didapatkan bukan lagi hal yang bisa dikesampingkan, karena hal terburuknya hingga mengancam nyawa seseorang,” kata Novel.

Maka tidak heran, jika para aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) tidak berhenti menyuarakan tuntutan untuk menuntaskan kasus penyerangan tersebut.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan, penyelesaian kasus ini merupakan ujian terhadap niat baik pemegang otoritas negara, apakah hukum akan ditegakkan secara adil atau tidak. Karena itu, pihaknya akan menagih komitmen Presiden Joko Widodo agar membentuk tim investigasi yang independen dengan keahlian dan integritas yang dapat dipertanggungjawabkan.

See also  Kapolri: Perjanjian Ekstradisi Indonesia dan Singapura Optimalkan Penegakkan Hukum

“Bagaimana pun Novel tetap menjadi simbol kesungguhan negara melawan korupsi. Kami menagih komitmen Presiden, untuk benar-benar mengungkapkan kasus Novel. Keadilan untuk Novel sebaiknya tak ditunda. Tidak boleh ada impunitas,” tulis Usman Hamid dalam siaran pers yang dipublikasikan Amnesty International Indonesia, 11 April kemarin.

Karena itu, Amnesty International Indonesia berharap proses hukum yang sedang berjalan dapat memenuhi standar international tentang keadilan.

“Dua puluh tahun, Indonesia adalah negara yang termasuk mendukung Deklarasi PBB tentang Perlindungan Pembela HAM. Tidak boleh lagi ada korban seperti Novel di negara ini, baik dari pembela HAM di bidang pemberantasan korupsi maupun lingkungan hidup yang sering berkaitan masalahnya.”

Berita Terkait

Mendes Yandri Tegaskan Keberadaan KDMP Tidak Akan Menutup Warung-warung di Desa
Menkeu Turun Tangan, Dengarkan Jeritan Nelayan NTT
Kemenag Luncurkan 40 Buku PAI Berbasis AI, Belajar Agama Kini Makin Interaktif
Kemendag Dorong Komersialisasi Kekayaan Intelektual untuk Perkuat Daya Saing Produk Indonesia
BPKP Minta Tim Ekspedisi Patriot Bangun Rantai Pasok Kawasan Transmigrasi
HR CPO Turun, Bea Keluar Agustus Jadi USD 148 per Ton
Dirut Bulog Ajak Penggilingan Padi Perkuat Mutu Beras Nasional
Tinjau Sekolah Rakyat Mamuju, Menteri Dody Targetkan Pembangunan Tuntas Akhir Agustus

Berita Terkait

Friday, 7 August 2026 - 20:06 WIB

Mendes Yandri Tegaskan Keberadaan KDMP Tidak Akan Menutup Warung-warung di Desa

Friday, 7 August 2026 - 13:17 WIB

Menkeu Turun Tangan, Dengarkan Jeritan Nelayan NTT

Thursday, 6 August 2026 - 15:32 WIB

Kemenag Luncurkan 40 Buku PAI Berbasis AI, Belajar Agama Kini Makin Interaktif

Thursday, 6 August 2026 - 15:27 WIB

Kemendag Dorong Komersialisasi Kekayaan Intelektual untuk Perkuat Daya Saing Produk Indonesia

Wednesday, 5 August 2026 - 14:44 WIB

BPKP Minta Tim Ekspedisi Patriot Bangun Rantai Pasok Kawasan Transmigrasi

Berita Terbaru

Nasional

Irigasi Tukad Saba Buleleng Dipelihara, Aliran Air Terjaga

Friday, 7 Aug 2026 - 16:53 WIB

Megapolitan

Tiga Dokumen Langsung Terima Lewat Simpatik Dukcapil

Friday, 7 Aug 2026 - 15:48 WIB