Tagihan Listrik Janggal, Warga Geruduk dan Segel Kantor PLN Cilegon

Thursday, 14 May 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil dan Mahasiswa Kota Cilegon, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN Cilegon, Banten, Rabu (13/5/2020) sore.

Hal itu menyusul adanya kejanggalan tagihan listrik yang dialami sebagian besar warga. Bahkan dalam aksi tersebut, massa sempat melakukan penyegelan Kantor PLN Cilegon.

Koordinator Aksi Hadi Rusmanto menjelaskan, aksi yang dilakukan merupakan bentuk protes kepada PLN karena adanya kenaikan tagihan listrik menjadi 3 sampai 6 kali lipat dari biasanya.

“Lah sekarang ini lagi pandemi, malah tagihan listrik dinaikan seenaknya. Tanpa ada dasar hukum yang menjadi pijakan pengambilan rata-rata dan selisih bayar,” kata Hadi kepada wartawan.

Ia mengungkapkan, jika PLN seolah memaksa warga menerima kenyataan kenaikan dengan dalih Work From Home (WFH) yang membuat tagihan naik berkali-kali lipatnya.

Tagihan listrik yang tiba-tiba membengkak itupun dinilai sebagai kebijakan yang tidak masuk akal.

“Ada juga pengaduan yang sudah dilakukan oleh warga. Namun PLN merealisasikannya lambat. Termasuk juga warga dipaksa untuk membayar dulu tagihan bulan sekarang yang mahal, dan jika ada sisa tagihan dikompensasi bulan selanjutnya,” ujarnya.

“Logikanya, sekarang orang sedang butuh uang untuk ketahanan ekonomi, biasa beli beras malah buat bayar listrik jadinya. Hal itu tidak memberikan keadilan untuk warga,” tegasnya.

Hal senda turut disampaikan pengunjuk rasa lainnya bernama Rizki.

Dia menjelaskan, pihaknya sengaja melakukan penyegelan kantor PLN sebagai bentuk kemarahan kepada perusahaan milik Negara atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PLN yang tidak berpihak kepada rakyat yang sedang kesulitan karena dampak Covid-19.

“Sebagai perusahaan milik negara seharusnya mengambil kebijakan yang benar-banar memebantu warga, sekarang kami minta kepastian uang rakyat dikembalikan karena sedang butuh,” imbuhnya.

See also  Kembalikan Berkas Ke Demokrat, Langkah TEC Semakin Mantap

Untuk itu, ia pun turut memint agar Ombudsman Banten untuk turun tangan dan memanggil manajemen PLN Kota Cilegon agar mempertanggungjawabkan buruknya pelayanan yang dilakukan.

Menurutnya, sudah banyak laporan namun minim tindakan.

“Kami minta Ombdusman juga untuk mengecek adanya mal-adminitrasi yang dilakukan oleh pihak PLN,” pungkasnya.

Hingga aksi tersebut berakhir, tidak ada penjelasan resmi dari pihak PLN Cilegon. Sehingga massa aksi pun mengancam akan melakukan aksi lanjutan dengan massa yang lebih banyak lagi. []

Berita Terkait

DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah melalui FSAT
Tepat Waktu dan Bermutu, Hutama Karya Tuntaskan Pekerjaan Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Aceh
DPD RI Perjuangkan RUU Daerah Kepulauan, Hentikan Ketimpangan Layanan Pendidikan dan Kesehatan
Inventarisasi Masalah di Lampung Demi Perubahan UU Perlindungan Nelayan
Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.
Dari Lingga, Pelajar Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton Indonesia Emas
Rakornas Dukcapil 2026, Dukcapil Kepulauan Seribu Sabet Peringkat Tertinggi Capaian IKD
GKR Hemas: RUU Bahasa Daerah Jadi Langkah Strategis Menjaga Warisan Budaya di Era AI

Berita Terkait

Friday, 25 September 2026 - 14:45 WIB

DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah melalui FSAT

Thursday, 24 September 2026 - 16:30 WIB

Tepat Waktu dan Bermutu, Hutama Karya Tuntaskan Pekerjaan Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Aceh

Thursday, 10 September 2026 - 16:21 WIB

DPD RI Perjuangkan RUU Daerah Kepulauan, Hentikan Ketimpangan Layanan Pendidikan dan Kesehatan

Monday, 7 September 2026 - 13:56 WIB

Inventarisasi Masalah di Lampung Demi Perubahan UU Perlindungan Nelayan

Tuesday, 11 August 2026 - 17:22 WIB

Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.

Berita Terbaru