Ahli Bendungan Ditantang Kembangkan Inovasi Terbarukan

Tuesday, 8 October 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong inovasi para ahli bendungan. Inovasi terbuka luas mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan pembangunan, operasi, pemeliharaan, rehabilitasi hingga penanganan kondisi ekstrim.

“Inovasi untuk bendungan yang sudah ada dan yang akan dibangun. Misalnya penggunaan teknologi dalam dam upgrading, pengerukan atau dengan cara yang baru. Inovasi dalam tahapan pembangun yang lebih efisien efektif dan lebih cepat rampung. Untuk itu, saya memberi tantangan karena sebagian besar bendungan sekarang tipe urugan, untuk yang celah-celah sempit saya tantang misalnya bendungan tipe concrete,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Hari Suprayogi pada Seminar Nasional Pembangunan dan Pengelolaan Bendungan Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Indonesia Bendungan Besar (KNI-BB) di Makassar 3-5 Oktober 2019.

Seminar nasional ini dihadiri oleh 1.000 orang yang berasal dari kalangan profesi dan akademisi bidang bendungan mengangkay tema “Tantangan Penyelesaian Pembangunan dan Pengelolaan 65 Bendungan Serta Keberlanjutan Program di Masa Mendatang”.

Hari Suprayogi yang juga Ketua Umum KNI BB menambahkan inovasi dibutuhkan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi baik aspek teknis dan non teknis. Dari aspek teknis, pembangunan bendungan harus aman secara struktural, aman secara hidrolis, aman terhadap rembesan. Kondisi geologi setempat dan ketersediaan material perlu menjadi perhatian khusus. Sedangkan aspek non teknis terkait sosial, lingkungan, termasuk pengadaan lahan.

Lebih lanjut, Hari mengatakan Pemerintah telah menetapkan Visium Tahun 2030 yakni rasio tampungan air terhadap jumlah penduduk bisa mencapai sebesar 120 meter kubik per kapita per tahun atau meningkat dari saat ini baru mencapai 50 meter kubik per kapita per tahun.

See also  Membangun Keluarga Mandiri Bebas KDRT dan Napza

Pembangunan 65 bendungan yang menjadi program Kementerian PUPR Tahun 2015-2019 diharapkan dapat meningkatkan kapasitas air di Indonesia mencapai hampir 100 meter kubik per kapita per tahun.

“65 bendungan itu nanti selesai semua pembangunannya tahun 2023. Kita memiliki 7,3 juta hektar sawah teknis, dari jumlah itu baru 11% yang airnya dijamin oleh bendungan, sehingga tahun 2023 akan meningkat menjadi sekitar 16-18%,” tutur Hari.

Gubernur Sulsel M. Nurdin Abdullah dalam sambutannya pada Seminar KNI-BB mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah memberikan perhatian lebih pada sektor pertanian di Sulsel melalui pembangunan tampungan air. Menurut Nurdin, luas lahan pertanian di Sulsel yang sumber airnya bukan berasal dari waduk, embung atau bendungan masih sangat tinggi, sehingga sering terdampak kekurangan air pada musim kemarau.

Bendungan yang sedang dikerjakan di Sulsel adalah Passeloreng di Kabupaten Wajo, Karalloe di Kabupaten Gowa dan Pamukkulu di Kabupaten Takalar. Dalam waktu dekat juga akan mulai dikerjakan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa.

Ketua Panitia Seminar KNI-BB Agung Budi Waskito mengatakan seminar nasional ini dihadiri oleh 1.000 orang yang berasal dari kalangan profesi dan akademisi bidang bendungan. Rekomendasi terkait inovasi pembangunan bendungan yang diajukan peserta seminar sebanyak 117 makalah dan telah terseleksi menjadi 36 makalah yang dipresentasikan dalam seminar.

Diakhir kegiatan, makalah yang telah terpilih akan dirumuskan menjadi kerangka acuan pembangunan bendungan dengan ditandai penandatanganan kerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kementerian PUPR.

Dalam pembukaan seminar turut dilakukan peluncuran buku Manajemen Pelaksanaan Bendungan Tipe Urugan. Turut hadir Menteri Pekerjaan Umum (2004-2014) Djoko Kirmanto, rektor Perguruan Tinggi, perwakilan Pemerintah Kota/Kabupates se-Sulsel, dan pejabat Tinggi Madya dan Pratama Kementerian PUPR.

Berita Terkait

Manfaatkan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan, Transmigrasi Didorong Jadi Pilihan Masa Depan
Indonesia–Jepang Dorong Percepatan Proyek Dekarbonisasi melalui AZEC-EGM ke-9
BULD DPD RI Tegaskan Masa Depan Desa Ditentukan oleh Regulasi yang Selaras dan Berpihak
Anggaran Kementerian PU 2026 Rp118,5 Triliun, Prioritaskan Irigasi Pertanian dan Konektivitas Wilayah
Bangun Karakter Sejak Dini, Kementrans Bangun Ratusan Sekolah dan Toilet
Realisasi Anggaran 2025 Kementerian PU Capai 95,23 Persen, Lebih Tinggi dari Tahun Sebelumnya
Hutama Karya Musnahkan 57.008 Berkas Arsip, Perdana di Klaster BUMN Infrastruktur
Kementerian PU Tangani Banjir Tol Tangerang–Merak KM 50, Siapkan Solusi Sungai Cidurian

Berita Terkait

Thursday, 5 February 2026 - 17:05 WIB

Manfaatkan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan, Transmigrasi Didorong Jadi Pilihan Masa Depan

Thursday, 5 February 2026 - 06:48 WIB

BULD DPD RI Tegaskan Masa Depan Desa Ditentukan oleh Regulasi yang Selaras dan Berpihak

Wednesday, 4 February 2026 - 17:09 WIB

Anggaran Kementerian PU 2026 Rp118,5 Triliun, Prioritaskan Irigasi Pertanian dan Konektivitas Wilayah

Wednesday, 4 February 2026 - 16:31 WIB

Bangun Karakter Sejak Dini, Kementrans Bangun Ratusan Sekolah dan Toilet

Wednesday, 4 February 2026 - 16:12 WIB

Realisasi Anggaran 2025 Kementerian PU Capai 95,23 Persen, Lebih Tinggi dari Tahun Sebelumnya

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Pacu Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Dorong UMKM Kreatif Naik Kelas

Thursday, 5 Feb 2026 - 18:35 WIB

Ekonomi - Bisnis

INACRAFT 2026 Dibuka, UMKM Pertamina Langsung Bukukan Penjualan Rp1,9 Miliar

Thursday, 5 Feb 2026 - 18:13 WIB

Ekonomi - Bisnis

Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen, PDB Capai Rp23.821 Triliun

Thursday, 5 Feb 2026 - 13:27 WIB