daelpos.com – PT Jasa Marga terus memperkuat konektivitas kawasan wisata Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang) melalui pengembangan jaringan jalan tol di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Upaya tersebut dipaparkan langsung Direktur Utama Rivan A. Purwantono dalam Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Yogyakarta, Kamis (22/5).
Dalam pemaparannya, Rivan menjelaskan pengembangan jalan tol di kawasan Jawa Tengah dan Yogyakarta diarahkan untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
“Yogyakarta dan wilayah sekitarnya memiliki posisi strategis sehingga konektivitas jalan tol menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pengembangan destinasi wisata,” ujar Rivan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Bisnis Jasa Marga Reza Febriano beserta jajaran manajemen Jasa Marga Group. Dari parlemen hadir Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo bersama anggota Komisi VI DPR RI.
Turut hadir pula Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan BP BUMN Hambra Samal, Senior Vice President Business 3 PT Danantara Asset Management Desty Arlaini, serta sejumlah BUMN transportasi seperti PT Kereta Api Indonesia, InJourney, Angkasa Pura Indonesia, PT Integrasi Aviasi Solusi, hingga Perum DAMRI.
Rivan mengungkapkan, konektivitas pendukung pariwisata di kawasan Jawa Tengah menunjukkan tren positif sepanjang Triwulan I 2026. Pendapatan tol di sejumlah ruas utama Jasa Marga Group tumbuh signifikan.
Jalan Tol Semarang–Batang misalnya, mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 16,59 persen secara tahunan. Sementara Jalan Tol Solo–Ngawi naik 23,52 persen dan Jalan Tol Jogja–Solo tumbuh 18,91 persen.
Menurut Rivan, peningkatan tersebut menjadi indikator naiknya mobilitas masyarakat sekaligus geliat ekonomi dan wisata di kawasan Joglosemar.
“Pertumbuhan trafik ini menunjukkan aktivitas ekonomi dan wisata masyarakat semakin meningkat,” katanya.
Pada periode libur panjang dan Lebaran 2026, Jasa Marga juga berhasil mengoptimalkan operasional jalur fungsional guna mengantisipasi lonjakan kendaraan.
Optimalisasi dilakukan di Jalan Tol Jogja-Solo sepanjang 30,15 kilometer ruas Kartasura–Prambanan yang sudah bertarif serta jalur fungsional Prambanan–Purwomartani sepanjang 12,23 kilometer. Selain itu, Jalan Tol Jogja-Bawen Seksi 6 ruas Ambarawa–Bawen sepanjang 4,85 kilometer juga difungsikan sementara.
Langkah tersebut terbukti efektif menopang lonjakan volume lalu lintas harian hingga mencapai 80 persen dibanding kondisi normal.
Tak hanya fokus pada percepatan konstruksi, Jasa Marga juga memastikan pembangunan infrastruktur tetap memperhatikan karakteristik lokal masyarakat Yogyakarta.
“Pengerjaan pembangunan proyek jalan tol ini tetap memperhatikan karakteristik lokal melalui penyesuaian desain konstruksi di sekitar ring road Yogyakarta agar selaras dengan tata ruang dan kearifan lokal masyarakat setempat,” tambah Rivan.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo menilai Yogyakarta memiliki potensi besar di sektor pariwisata, ekonomi, hingga UMKM. Karena itu, ia menekankan pentingnya integrasi konektivitas antarmoda transportasi agar manfaat pembangunan infrastruktur semakin maksimal dirasakan masyarakat.
“Yogyakarta ini adalah kota yang benar-benar istimewa. Karena itu pariwisatanya harus didukung penuh. Kita ingin seluruh konektivitasnya terintegrasi, mulai dari pesawat, kereta panoramik, DAMRI, sampai jalan tol yang dikelola Jasa Marga,” ujar Eko.
Ia menambahkan, tanpa integrasi antarsimpul transportasi, potensi besar infrastruktur yang telah dibangun BUMN belum akan optimal mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.
Menanggapi hal itu, manajemen Jasa Marga menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi VI DPR RI dalam mengawal pembangunan infrastruktur nasional.
Rivan menegaskan, sinergi antara pemerintah, DPR RI, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting bagi Jasa Marga untuk menghadirkan konektivitas jalan tol yang andal dan berkelanjutan.
“Kami optimistis pembangunan infrastruktur di kawasan Joglosemar akan semakin memperkuat aksesibilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya.








