Berani Berinovasi, Ini Deretan UMK Binaan Pertamina Sukses Hadirkan Produk Baru yang Digemari Masyarakat

Tuesday, 28 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto Dok Pertamina

foto Dok Pertamina

DAELPOS.com – PT Pertamina (Persero) terus konsisten mendorong UMK binaannya secara berkelanjutan. Melalui Go Sustainable,  Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) telah membina lebih dari 65 ribu UMK di seluruh Indonesia. Dari puluhan ribu UMK tersebut, tak jarang yang menjalankan roda bisnisnya dengan sejumlah inovasi dan kreativitas. Hasilnya, usaha tersebut menjadi lebih berkembang dan menjadikannya sebagai UMK naik kelas.

Pjs. Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan, melalui beberapa program pembinaan, Pertamina telah memberikan sejumlah taktik dan strategi bagi para UMK untuk mengembangkan bisnisnya. “Salah satunya yakni mendorong UMK untuk terus berinovasi dalam hal pembuatan produk hingga pemasarannya,” terang Fajriyah.

Salah satu UMK yang cukup inovatif dalam menjalankan bisnisnya adalah Laili Damayanti. Pemilik usaha Mantu Kurma Rasa ini mengawali bisnisnya dengan berbagai eksperimen dengan buah kurma. “Awalnya saya mencoba membuat kurma pedas, ternyata respons masyarakat cukup baik. Lalu saya memberanikan diri mengurus beberapa perizinan untuk mendukung usaha saya seperti PIRT, Halal, CV dll. Lalu juga menambah varian rasa seperti kurma jahe, kurma cokelat, kurma kopi dan cokelat kacang,” jelasnya. Katalog produknya bisa dilihat lewat media sosial @mantukurmarasa_pedas_kopi_jahe.

Berbeda lagi dengan Ni Made Roni. Pemilik usaha Karsa Abadi – Made Tea ini menciptakan teh botanikal infusion berbekal dari hobi travelingnya. “Setelah banyak berkunjung ke berbagai negara, pilihan teh terbatas pada green tea dan black tea. Kemudian berpikir untuk mengembangkan bahan lokal seperti serai, bunga gumitir, bunga kenop campur rempah untuk jadi teh,” jelasnya.

Niatnya pun semakin bulat ketika pada tahun 2015 Made pergi ke India untuk belajar membuat Proper Chai Tea. Kemudian tak lama dia memutuskan kembali ke Ubud, Bali untuk membuat brand Made Tea hingga saat ini. “Hingga saat ini sudah ada sekitar 18 racikan teh rempah kami dan sedang menyiapkan racikan baru, di mana sudah ada permintaan dari Eropa untuk produk baru ini,” tuturnya. Katalog produknya pun bisa dilihat lewat medsos @madeteas.

See also  Menteri Investasi Hadiri Peresmian PT Smoore Technology Indonesia di Malang

Lain lagi dengan Ririn Musti Wijayaningsih. Pemilik Ty’p Herbal Drink Papua ini berinovasi dengan produk herbal jamu. “Saya terinspirasi memproduksi jamu dengan kemasan yang praktis dan higienis serta memiliki cita rasa yang kekinian. Ada produk minuman rasa Beras Kencur Latte. Pilihan produk tersedia di medsos kami @catalog.typjamoe,” imbuhnya.

Setelah menemukan formula yang pas, bisnisnya pun mengalami kemajuan cukup pesat. Dalam sebulan, ia mampu memproduksi hingga 2 ribu botol jamu. Namun, jumlah itu naik sebesar 150 persen setelah dirinya menjadi mitra binaan Pertamina pada tahun 2020 lalu. Kini ia mampu memproduksi aneka minuman herbal hingga 5 ribu botol dalam sebulan.

Menurut Fajriyah, melalui Program PUMK, Pertamina ingin senantiasa menghadirkan energi yang dapat menggerakkan roda ekonomi. Energi yang menjadi bahan bakar, serta energi yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan. Serta berupaya terus mendorong setiap mitra binaan menjadi UMK naik kelas dan Go Global.

Pertamina juga senantiasa mendukung pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) khususnya di point 8  dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,  memberikan kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh serta pekerjaan yang layak untuk semua dan terus mendorong  implementasi program-program berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh wilayah operasionalnya. Hal ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Lingkungan dan Sosial (TJSL), demi mewujudkan manfaat ekonomi di masyarakat.

Berita Terkait

Menteri Rosan: Kolaborasi Riset dan Industri Jadi Kunci Hilirisasi Bernilai Tambah
Danantara Resmi Satukan Hotel-Hotel BUMN
OJK Terbitkan POJK Financial Influencer, Perkuat Perlindungan Konsumen
Wamen Investasi Percepat Proyek Bioetanol di Lampung
Harga Emas Antam Turun Rp31 Ribu Jadi Rp2,754 Juta per Gram
BRI Gandeng Syailendra Capital di BRImo
Dua Mesin Ekonomi Digeber, Pemerintah Paksa Perbankan Salurkan Kredit
BTN-KAI Kembangkan 5.400 Hunian TOD di Kawasan Strategis

Berita Terkait

Sunday, 28 June 2026 - 21:19 WIB

Menteri Rosan: Kolaborasi Riset dan Industri Jadi Kunci Hilirisasi Bernilai Tambah

Sunday, 28 June 2026 - 16:40 WIB

Danantara Resmi Satukan Hotel-Hotel BUMN

Wednesday, 24 June 2026 - 18:23 WIB

OJK Terbitkan POJK Financial Influencer, Perkuat Perlindungan Konsumen

Wednesday, 10 June 2026 - 14:25 WIB

Wamen Investasi Percepat Proyek Bioetanol di Lampung

Thursday, 28 May 2026 - 14:43 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp31 Ribu Jadi Rp2,754 Juta per Gram

Berita Terbaru

Energy

Selamatkan Industri, Bahlil Turunkan Harga LNG Industri

Monday, 29 Jun 2026 - 18:26 WIB

Olahraga

PBVSI Beri Apresiasi untuk Timnas Voli Putra Juara AVC 2026

Monday, 29 Jun 2026 - 16:21 WIB

Berita Utama

DPD RI Dorong Revisi UU Perindustrian

Monday, 29 Jun 2026 - 16:10 WIB

Olahraga

Timnas Voli Indonesia Juara AVC Cup 2026

Monday, 29 Jun 2026 - 13:25 WIB