Kejari Makassar Hentikan Penuntutan Kasus Penggelapan Uang Paket COD

Thursday, 14 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Seorang pegawai perusahaan ekspedisi di Makassar, M Fajar (25) yang sebelumnya terjerat kasus penipuan dan penggelapan akhirnya bebas usai perkaranya dihentikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar.

Fajar yang dijerat pasal 374 Subsidair pasal 372 KUHP itu dihentikan penuntutannya usai Kejaksaan Negeri Makassar mengajukan permohonan restoratif justice pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum.

Awalnya M Fajar yang tidak lain adalah kurir perusahaan ekspedisi memang dilaporkan melakukan penggelapan uang pembayaran paket COD senilai Rp 4.744.760.

Kala itu, M Fajar tidak menyetor uang tersebut sehingga dia kemudian dilaporkan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Soetarmi yang dikonfirmasi mengatakan, kendati perbuatannya telah melanggar hukum dan merugikan perusahaan yang bersangkutan. Namun kata Dia, yang patut dicermati adalah motif tersangka.

“Setelah dipastikan apa alasan atau motif pelaku yang ternyata karena terdesak kebutuhan keluarga, termasuk 2 anak dan istrinya. M Fajar lantas diusulkan untuk mendapatkan penghentian Penuntutan dengan Restorative Justice,” ujarnya, Kamis (14/4/2022).

Beruntung lanjut Soetarmi, karena pelaku juga baru melakukan perbuatan melawan hukum itu satu kali. Dan ancaman Hukum juga tidak sampai 5 tahun. Maka kemudian Jampidum menyetujui permintaan restoratif justice M Fajar. Sehingga, kemudian M Fajar dibebaskan dari tuntutan hukum.

“Tingkat ketercelaan yang masih bisa ditoleransi, karena tersangka melakukan perbuatannya untuk membiayai kebutuhan keluarganya yang memiliki dua orang anak berusia satu tahun dan tiga tahun,” pungkasnya.

See also  Polisi Pastikan Kasus Rachel Vennya Terus Berlanjut

Berita Terkait

Pertamina Dukung Penegakan Hukum Penyalahgunaan BBM dan Elpiji
Kementerian PU Tegaskan Sikap Kooperatif dan Hormati Proses Hukum
Satgas Sikat Tambang Ilegal, 1.699 Hektare Lahan PT AKT Diselamatkan
Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan Elpiji Subsidi, Pertamina Perkuat Sinergi dengan Aparat Hukum
Kementrans Dukung Kejati Kaltim Usut Dugaan Korupsi Lahan Transmigrasi di Kutai Kartanegara
OJK dan Bareskrim Amankan Tersangka Kasus BPR di Malang
KPK Tahan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas, Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
OJK Geledah Kantor PT MASI Terkait Dugaan Tindak Pidana Pasar Modal

Berita Terkait

Thursday, 23 April 2026 - 09:55 WIB

Pertamina Dukung Penegakan Hukum Penyalahgunaan BBM dan Elpiji

Friday, 10 April 2026 - 23:00 WIB

Kementerian PU Tegaskan Sikap Kooperatif dan Hormati Proses Hukum

Thursday, 9 April 2026 - 18:20 WIB

Satgas Sikat Tambang Ilegal, 1.699 Hektare Lahan PT AKT Diselamatkan

Wednesday, 8 April 2026 - 18:28 WIB

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan Elpiji Subsidi, Pertamina Perkuat Sinergi dengan Aparat Hukum

Friday, 27 March 2026 - 19:19 WIB

Kementrans Dukung Kejati Kaltim Usut Dugaan Korupsi Lahan Transmigrasi di Kutai Kartanegara

Berita Terbaru

Nasional

Trafik JTTS Saat Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus Meningkat

Friday, 15 May 2026 - 14:12 WIB

foto ist

Megapolitan

Pramono Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota RI Sesuai Putusan MK

Friday, 15 May 2026 - 12:40 WIB