Makin Gila BPIP

Friday, 21 February 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: M Rizal Fadillah

DAELPOS.com – FIGUR macam apa pula ini. Semakin ngawur saja ucapannya. Tak mencerminkan cendekiawan muslim apalagi ulama. Meskipun ia adalah Rektor sebuah Universitas Islam. Menjadi profil yang memalukan bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia.

Setelah soal agama sebagai musuh terbesar Pancasila, agama yang berada di bawah Konstitusi, kini bikin gara-gara lagi dengan “salam Pancasila”. Menafikan salam seorang muslim, Kristen dan agama lain.

BPIP seolah menjadi Badan Pengacau Ideologi Pancasila. Alih-alih membina malah bikin kacau saja.

Yudian mesti diproses secara hukum agar ada efek jera bagi dirinya dan yang lain untuk tidak mengotak-atik ajaran agama beserta atribut yang melekatnya. Salam bagi muslim adalah ibadah dan kewajiban. Meski di tempat umum sepanjang diyakini ada muslim di sana, maka salam mesti dilakukan.

Haram ucapkan “shalom”, “om swastyastu”, atau lainnya. Tidak ada salam Pancasila dalam agama. Ini bukan persoalan toleransi akan tetapi keyakinan yang dijamin konstitusi. Waduh sekelas Ketua BPIP masa mesti diajari. Rektor lagi.

Sejak masa kemerdekaan di bawah Presiden Soekarno, lalu Orde Baru Presiden Soeharto, Orde Reformasi dengan beberapa Presiden, rasanya baru di bawah Presiden Jokowi negara ini terasa semakin amburadul khususnya dalam relasi negara dan umat beragama. Umat Islam terutama. Pemerintah tidak mampu menjaga iklim keagamaan yang tertib dan nyaman. Terus saja dibuat masalah. Masalah yang memang dibuat-buat.

Tudingan musuh ideologi, radikalisme, intoleransi terus menerus dilempar untuk menyakiti hati umat. Pantas bila ada yang berpandangan bahwa negara ini seperti “religius” akan tetapi hawanya “komunis”.

Sebaiknya persoalan salam muslim di forum umum tidak perlu dipermasalahkan. Selama ini juga tidak ada keberatan apapun. Semua sudah memaklumi akan keadaan dan proporsi keberagamaan. Rakyat dan bangsa Indonesia sudah dewasa. Tak perlu membuat “kreasi” yang justru mengacaukan dan mengganggu keseimbangan.

See also  Menteri Basuki Tinjau Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi di Sulbar

Pancasila tak perlu  dimentahkan pemaknaannya. Ketua BPIP bukan pemegang otoritas bagi penyeragaman.

Bila terus saja membuat gaduh dengan wacana kontroversial, maka pecat Ketua BPIP sekarang. Bila tetap saja dibiarkan, maka BPIP adalah lembaga bid’ah yang tak berguna.

Jangan biarkan uang rakyat diboroskan dan dibuang di tempat sampah kenegaraan. Bubarkan BPIP…Bubarkan BPIP…Bubarkan BPIP!

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (*)

Berita Terkait

Kementerian PU Salurkan Air Bersih bagi Warga Terdampak Gempa di Kabupaten Sikka
Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal
Kementerian PU Kembali Raih WTP, Pertahankan Opini BPK 7 Tahun Beruntun
Viva Yoga: Sebelum Ditempatkan Di Kawasan, Transmigran Wajib Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan
Pascagempa NTT, Kementerian PU Percepat Penanganan Sanitasi Di Pengungsian
Warga Gaza Ceritakan Musim Panas yang Lebih Menakutkan dari Bom
Bidik Investasi Rp2.322 T pada 2027, Keminveshil/BKPM Genjot Perizinan
Investasi dan Hilirisasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Kemandirian Nasional

Berita Terkait

Monday, 24 August 2026 - 07:00 WIB

Kementerian PU Salurkan Air Bersih bagi Warga Terdampak Gempa di Kabupaten Sikka

Saturday, 22 August 2026 - 11:22 WIB

Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal

Friday, 21 August 2026 - 10:32 WIB

Kementerian PU Kembali Raih WTP, Pertahankan Opini BPK 7 Tahun Beruntun

Thursday, 20 August 2026 - 10:57 WIB

Viva Yoga: Sebelum Ditempatkan Di Kawasan, Transmigran Wajib Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan

Wednesday, 19 August 2026 - 22:01 WIB

Pascagempa NTT, Kementerian PU Percepat Penanganan Sanitasi Di Pengungsian

Berita Terbaru

Energy

DEB Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas di Boyolali

Monday, 24 Aug 2026 - 10:04 WIB