Rocky Gerung Sebut MK Sebatas Badan, Otaknya Dikendalikan dari Istana

Friday, 5 June 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Akademisi yang juga Pengamat Politik, Rocky Gerung, mengatakan logika berpikir Mahkamah Konstitusi mengalami kekacauan dalam memutuskan hal yang menentukan jalannya Demokrasi di Indonesia.

Selama ini, kata Rocky, masyarakat kerap bertengkar mana yang menjadi problem, apakah kekacauan sistem parlementerian yang diimplan ke dalam sistem presidensial atau sebaliknya. Namun, menurut Rocky permasalahan tidak ada di sistem tersebut, melainkan ada di cara berpikir Mahkamah Konstitusi.

“Bagi saya problemnya tidak di dalam sistem presidensial atau parlementerian yang sudah jelas diuji dalam sejarah bernegara, yang kacau itu adalah sistem MK sendiri yang kacau,” kata Rocky dalam Seminar Daring, bertema ‘Ambang Batas Pilpres dan Ancaman Demokrasi’ yang digelar Jumat sore, 5 Juni 2020.

Rocky menambahkan, dalam putusan yang dibuat, MK seringkali diintervensi oleh Istana dan juga Parlemen. Ini yang membuat fungsi MK dalam berdemokrasi tidak berjalan baik.

“Jadi saya bayangkan misalnya MK itu kantornya di Medan Merdeka Barat, cuma ada badannya aja, badan doang itu. Otaknya diatur secara remote 500 meter dari Merdeka Barat yaitu di Merdeka Utara, itu di istana, sedangkan kakinya di rantai di Senayan di DPR,” ujar Rocky.

MK juga dinilai tidak gagal membantu kelancaran proses politik demokrasi. “Jadi ini problemnya ada di Mahkamah Konstitusi, tugas dari mahkamah konstitusi adalah membantu pencernaan politik demokrasi, membantu pencernaan, dia menjadi enzim supaya demokrasi yang bekerja. Tetapi dia sendiri mengalami konstipasi yaitu pencernaan terganggu tidak bisa mencerna enzimnya kurang. Maka bisa disebut mahkamah konstipasi,” ujarnya.

MK, menurut Rocky tidak bisa membuat keputusan yang independent selama masih diintervensi sejumlah pihak “Sialnya MK dia mesti deal dengan orang yang mengangkat dia di Senayan, yang kakinya diikat di situ. Dan dia juga mesti deal dengan orang yang merestuinya di istana karena otaknya di sana, diremote, dikontrol dari sana,” ujarnya.

See also  Perang Semesta Melawan Bencana !

Untuk itu, menurut Rocky, permasalahan seperti ini harus dapat diatasi agar MK bisa bersikap Independen. Jika MK sudah bisa lepas dari intervensi DPR dan Istana, Rocky yakin MK akan jalankan fungsinya dengan benar.

“Kalau Mahkamah Konstitusi bisa menyingkirkan atau melepaskan cengkraman istana pada otaknya serta cengkraman Senayan pada kakinya maka tangannya itu tidak akan lagi terima suap,” ujarnya. (*)

Berita Terkait

Kementerian PU Bentuk Balai Pengelolaan Dana Pengembangan Jalan Tol Perkuat Tata Kelola PNBP
Kurangi Risiko Gagal Panen, Kementerian PU Pompa Air ke 5 Hektare Sawah di Muaro Jambi
Dorong Tata Kelola yang Adaptif, HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026
Ajak Mahasiswa UMJ Jadi Pengusaha, Mendes Yandri Siapkan 49 Negara Tujuan Desa Ekspor
Mendale Berbenah, Kawasan Wisata Danau Lut Tawar Kini Makin Nyaman
Tamsil Linrung Sodorkan Solusi Netral Fiskal ke Menkeu
Pemerintah Tetapkan Pemenang Lelang 6 Wilayah Kerja Migas
BGN Perketat Tata Kelola Penerimaan Program MBG.

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 22:20 WIB

Kementerian PU Bentuk Balai Pengelolaan Dana Pengembangan Jalan Tol Perkuat Tata Kelola PNBP

Tuesday, 22 September 2026 - 22:17 WIB

Kurangi Risiko Gagal Panen, Kementerian PU Pompa Air ke 5 Hektare Sawah di Muaro Jambi

Monday, 21 September 2026 - 14:35 WIB

Dorong Tata Kelola yang Adaptif, HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Monday, 21 September 2026 - 14:05 WIB

Ajak Mahasiswa UMJ Jadi Pengusaha, Mendes Yandri Siapkan 49 Negara Tujuan Desa Ekspor

Sunday, 20 September 2026 - 17:26 WIB

Mendale Berbenah, Kawasan Wisata Danau Lut Tawar Kini Makin Nyaman

Berita Terbaru

 Guru Besar Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Syamsir Abduh / foto ist

News

Guru Besar ITPLN Ingatkan Syarat Ekspor Listrik Indonesia

Thursday, 24 Sep 2026 - 14:12 WIB