Novel Baswedan: Saya Belum Pernah Bertemu Koruptor yang Keluarganya Bahagia

Monday, 27 July 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, mengaku tidak pernah menyesal kehilangan penglihatan mata kirinya karena siraman air keras. Novel mengajak publik untuk tidak takut memberantas korupsi.  

Novel mengingatkan kembali perjuangan para tokoh nasional yang tetap hidup damai mesti mengalami hambatan dan serangan. Sebaliknya, ia sering melihat kehidupan koruptor yang sia-sia.  

“Contohnya begini, saya itu ‘kan sering geledah rumah koruptor, saya tahu kehidupan pribadi para koruptor, saya lihat semua. Saya belum pernah lihat koruptor yang keluarganya bahagia,” ujar Novel dalam Live Instagram ‘Carut-marut Putusan Penyerang Novel Baswedan’ bersama Indonesia Corruption Watch (ICW), Minggu (26/7). 

“Saya belum pernah lihat koruptor yang anaknya, cucu-cucunya, sukses, belum pernah. Tapi kalau kita lihat generasi pendiri bangsa, apakah kebanyakan susah? Justru kebanyakan sukses,” sambungnya.  

Menurut Novel, kehidupan koruptor akan selalu mengarah maksiat. Tanpa sadar, mereka telah merusak diri sendiri dengan merongrong uang negara. 

“Tidak sedikit juga mereka yang pakai narkoba, pejabat sekalipun. Kalau kita berjuang untuk orang banyak, itu kita dididik menjadi orang baik. Anak muda, pilihlah jalan itu. Masa, takut, sama penjahat? Mereka kuat karena dibesar-besarkan,” ungkapnya.  

Oleh karena itu, Novel mengaku akan tetap memperjuangkan kasusnya. Ia terus mendesak Presiden Jokowi untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).  

Novel kecewa dengan Polri yang tidak tuntas menyelidiki pelaku sesungguhnya. Novel meyakini peristiwa itu terkait kasus besar yang ia tangani.  

“Kita desak presiden membentuk TGPF, agar serangan ke KPK, aktivis, bisa diungkap. Saya yakin kelompoknya itu-itu saja, penjahat gabung penjahat,” ujar Novel. 

“TPF yang dibentuk pada bulan Januari itu tindak lanjut dari Komnas HAM. Tapi ternyata bukan tim gabungan, tim yang hampir semuanya dari Polri dan staf ahli Kapolri (Satgas Novel). Saya ingin mengajak kita untuk tidak lupa serangan ke KPK tak hanya ke saya, ini harus diusut semuanya. Layak kita tuntut presiden agar dibentuk TGPF di bawah presiden,” kata Novel.

See also  Menaker: Pencairan JHT Dikembalikan ke Permenaker 19/2015

April 2017 lalu, Novel disiram air keras usai salat Subuh di masjid dekat rumahnya. Setelah tiga tahun berlalu, terungkap bahwa kedua penyiram tersebut adalah dua polisi aktif, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir.  

Keduanya mengaku hanya memiliki dendam pribadi, tak terkait kasus. Hakim memvonis Ronny dengan hukuman dua tahun penjara dan Rahmat dengan hukuman satu tahun bui.  

Novel meyakini aktor intelektual kasus ini belum terungkap.  []

Berita Terkait

Gandeng Peradiprof, Mendes Ingin Kades Paham Hukum
Kementerian PU Rampungkan 3 SPPG di Bangka Belitung
7 Pejabat Eselon I Kementerian PU Dilantik untuk Perkuat Kinerja dan Dukung Program Prioritas
Tinjau Proyek Sekolah Rakyat DKI, Direksi Hutama Karya Gaspol Kejar Target Juni 2026
4 Tahun Kering, Hutama Karya Alirkan Air ke Irigasi Beo Talaud
Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik
Jumhur Tancap Gas! Menteri LH Baru Fokus Bereskan Sampah, Bidik Standar Global
Prabowo Reshuffle, 6 Pejabat Baru Masuk Kabinet

Berita Terkait

Monday, 4 May 2026 - 20:45 WIB

Gandeng Peradiprof, Mendes Ingin Kades Paham Hukum

Monday, 4 May 2026 - 00:19 WIB

Kementerian PU Rampungkan 3 SPPG di Bangka Belitung

Sunday, 3 May 2026 - 20:27 WIB

7 Pejabat Eselon I Kementerian PU Dilantik untuk Perkuat Kinerja dan Dukung Program Prioritas

Sunday, 3 May 2026 - 20:24 WIB

Tinjau Proyek Sekolah Rakyat DKI, Direksi Hutama Karya Gaspol Kejar Target Juni 2026

Wednesday, 29 April 2026 - 11:10 WIB

4 Tahun Kering, Hutama Karya Alirkan Air ke Irigasi Beo Talaud

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Gandeng Peradiprof, Mendes Ingin Kades Paham Hukum

Monday, 4 May 2026 - 20:45 WIB