Bahlil: Proyek Pertama DME Harus Selesai 30 Bulan

Monday, 24 January 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo mengunjungi Kawasan Industri Tanjung Enim di Muara Enim, Sumatra Selatan dalam rangka kegiatan groundbreaking pembangunan proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimetil Eter (DME) pagi ini (24/1).

Proyek ini merupakan hasil tindak lanjut penandatangan Nota Kesepahaman antara Kementerian Investasi/BKPM dengan Air Products and Chemical Inc. (APCI) pada tanggal 4 November 2021 di Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA) tentang rencana investasi di bidang industri gasifikasi batu bara dan turunannya.

Presiden RI Joko Widodo menyampaikan bahwa perintah terkait hilirisasi, industrialisasi, dan pentingnya mengurangi impor telah disampaikan sejak enam tahun yang lalu. Oleh karena itu, Joko Widodo mengapresiasi adanya groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi DME yang berlangsung hari ini.

Dalam sambutannya, Joko Widodo menjelaskan bahwa melalui hilirisasi batu bara menjadi DME ini, maka pemerintah dapat mengurangi subsidi elpiji sebesar Rp7 triliun per tahun dari APBN. Sedangkan, jika semua elpiji dihentikan dan beralih ke DME, maka subsidi sebesar Rp60-70 triliun bisa dikurangi dari APBN.

“Itu yang kita kejar. Kita bisa memperbaiki neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan karena tidak impor,” tegas Joko Widodo.

Sebelumnya pada laporan Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa hari ini merupakan tonggak sejarah pertama kali proyek hilirisasi batu bara menjadi DME di Indonesia, dengan rencana investasi sebesar USD2,3 miliar atau setara dengan Rp32,9 triliun.

“Realisasi investasi ini harusnya memakan waktu 36 bulan, tapi kami rapat dengan Air Products dan minta diselesaikan dalam waktu 30 bulan. Investasi ini full dari Amerika Serikat, bukan dari Korea, Jepang, atau RRT. Ini investasi Amerika Serikat terbesar kedua setelah Freeport tahun ini. Jadi tidak benar kalau ada pemahaman kalau negara ini hanya fokus pada investasi satu negara saja,” ungkap Bahlil.

See also  Final Four Proliga 2024 Siap Digelar, Begini Cara Dapatkan Tiket di Aplikasi PLN Mobile

Sebanyak 6 juta ton per tahun batu bara produksi PT Bukit Asam Tbk di Tanjung Enim akan diproses menjadi DME dengan kapasitas 1,4 juta ton per tahun yang dapat mengonversi penggunaan elpiji. Jika dibandingkan dengan elpiji, nilai kesetaraan elpiji dibandingkan DME adalah 1 banding 1,31. Artinya, jika produksi DME di Tanjung Enim sebesar 1,4 juta ton per tahun, maka akan memangkas impor elpiji sebesar 1,06 juta ton per tahun.

Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan bahwa di fase konstruksi proyek ini mampu menyerap sekitar 11-12 ribu tenaga kerja dan 3-4 ribu tenaga kerja saat mulai berproduksi komersil. Angka tersebut belum termasuk penyerapan tenaga kerja tidak langsung sebesar dua sampai tiga kali lipat sebagai multiplier effect dari suatu investasi langsung.

Chairman, President & CEO APCI Seifi Ghasemi menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan groundbreaking yang dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Menurut Seifi, saat ini Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi negara dengan perekonomian terbesar ke-4 di dunia pada tahun 2030. Oleh karena itu, APCI menunjukkan komitmennya melalui investasi gasifikasi batu bara di Indonesia yang bernilai strategis.

“Kami sebagai perusahaan gas industri global terkemuka, berkomitmen untuk melanjutkan investasi pada proyek bernilai multi miliar dolar seperti halnya proyek ini di Indonesia,” ungkap Seifi dalam sambutannya melalui konferensi video.

Sementara itu Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Arsal Ismail menyampaikan bahwa proyek hilirisasi batu bara menjadi DME ini sejalan dengan fokus jangka panjang perusahaan dalam mengembangkan industri hilir berbasis sumber daya alam utamanya dalam rangka memberikan nilai tambah batu bara secara optimal.

“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden hari ini, kami berkomitmen penuh untuk segera merealisasikan proyek hilirisasi batu bara menjadi DME ini. Oleh karena itu, kami mohon dukungan dari semua pihak, khususnya Kementerian Investasi/BKPM, Kementerian BUMN, dan Kementerian ESDM agar proyek ini dapat segera terwujud sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat Indonesia”, ungkap Arsal.

See also  Mulai 15 Mei 2025 , Tarif Tol Kunciran–Serpong Resmi Naik

Adapun skema bisnis proyek ini yaitu pada tahap awal Air Products akan melakukan pembangunan fasilitas produksi beserta pembiayaan proyek hilirisasi batu bara menjadi DME ini, kemudian dua tahun setelah berproduksi komersial PT Bukit Asam Tbk dan PT Pertamina (Persero) akan memasukan ekuitas ke dalam proyek ini melalui skema joint venture.(*)

Berita Terkait

BNI Perkuat Intermediasi Perbankan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Wamen Todotua Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44
Menteri Dody Siapkan 5 Strategi Infrastruktur Tahun 2028, Dukung Asta Cita Presiden Prabowo
PLN EPI dan FLEXIH Inc. Jajaki Pengembangan Hidrogen Rendah Karbon Berbasis Biomassa
Mendes Yandri Sebut Asta Cita Keenam Jadikan Desa Sebagai Subjek Utama Pembangunan
Pelajari Pertanian Berbasis AI di Chongqing, Iftitah Dorong Investasi Tiongkok ke Papua dan Sulawesi
Ahmad Syauqi Kawal Revitalisasi SMK Muhammadiyah Prambanan
SPBU Bakal Hadir di Tidung, Karya, dan Kelapa

Berita Terkait

Friday, 23 October 2026 - 08:54 WIB

Wamen Todotua Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44

Wednesday, 21 October 2026 - 00:03 WIB

Menteri Dody Siapkan 5 Strategi Infrastruktur Tahun 2028, Dukung Asta Cita Presiden Prabowo

Wednesday, 21 October 2026 - 00:01 WIB

PLN EPI dan FLEXIH Inc. Jajaki Pengembangan Hidrogen Rendah Karbon Berbasis Biomassa

Tuesday, 20 October 2026 - 13:20 WIB

Mendes Yandri Sebut Asta Cita Keenam Jadikan Desa Sebagai Subjek Utama Pembangunan

Sunday, 18 October 2026 - 17:29 WIB

Pelajari Pertanian Berbasis AI di Chongqing, Iftitah Dorong Investasi Tiongkok ke Papua dan Sulawesi

Berita Terbaru

foto ist

Berita Utama

OJK Jatuhkan Denda Rp2,1 Triliun dalam Kasus DSSA, BREN, dan CUAN

Saturday, 24 Oct 2026 - 10:58 WIB