Wamen Viva Yoga: Pentingnya Integritas dan Pengawasan yang Kuat

Tuesday, 16 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Membangun sistem pemerintahan yang bersih sudah dimulai ketika sistem digitalisasi dan e-government diterapkan dalam pemerintahan. Dengan sistem ini maka proses birokrasi menjadi paperless dan mengurangi kontak fisik sehingga menciptakan pemerintahan yang efektif, efisien, dan menghilangkan penyimpangan.

Ungkapan demikian disampaikan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat memberi sambutan dalam ‘Rapat Akselerasi Reformasi Birokrasi Melalui Kebijakan Pengendalian Gratifikasi dan Benturan Kepentingan Dalam Tata Kelola Pemerintahan di Lingkungan Kementerian Transmigrasi (Kementrans)’, Pasar Minggu, Jakarta, 15/12/2025.

Rapat yang digelar mulai sekitar 09.30 WIB itu dihadiri oleh seluruh pegawai inspektorat jenderal dan perwakilan berbagai unit Kementrans.

Lebih lanjut Viva Yoga menuturkan, tak cukup penerapan digitalisasi dan e-government namun juga harus didukung oleh integritas pegawai dan pejabat publik. “Integritas sesuatu yang penting karena menyangkut soal moral, etika, dan sikap serta perilaku manusia”, ujarnya. “Integritas bagi pemerintah menjadi kunci bagi terlaksananya pemerintahah yang bersih, modern, efektif, dan efisien”, ujarnya.

Diungkapkan di beberapa negara, digitalisasi dan e-government sudah berjalan. Diakui dampaknya berupa pengurangan pegawai sebab proses administrasi yang ada digantikan dengan mesin atau robot.

Menurut Viva Yoga ini mejadi catatan tersendiri bagi Kementrans bagaimana akselerasi birokrasi di samping memperhatikan soal integritas juga penggunaan digitalisasi dan e-government yang menjadi bagian penting untuk kemajuan birokrasi.

Membangun birokrasi yang bersih dan kuat, selain dimulai dari dalam juga memerlukan supporting unit. Supporting unit itu seperti KPK, BPKP, BPK, dan lembaga pengawasan keuangan lainnya. “Kami meminta lembaga seperti ini ikut melakukan monitoring, pendampingan, dan evaluasi sejak awal perencanaan”, ujarnya.

Dengan keterlibatan lembaga pengawasan keuangan eksternal maka bila ada hal-hal yang tak sesuai aturan bisa dicegah dan tidak dijalankan. “Kita tidak ingin ada pegawai dan pejabat di Kementrans bermasalah dengan lembaga pengawasan keuangan”, tegasnya. Pengawasan yang kuat inilah yang perlu terus dijaga.

See also  Mencanting Batik, Menteri PANRB: Ketelitian Jadi Kunci Kualitas Kerja

Dalam rapat tersebut juga digelar talk show dengan narasumber dari KPK dan BPKP.

Berita Terkait

Di Forum Global OECD Paris, Indonesia Paparkan Strategi Penyederhanaan Birokrasi
Kemendes Siap Kolaborasi Lintas K/L Wujudkan Indonesia Emas 2045 Lewat Pemberdayaan
Kementerian PU Tangani Dampak Banjir pada Sejumlah SPAM di Kota Padang, Pemulihan Layanan Air Minum Jadi Prioritas
Tiongkok Usulkan Pusat Riset Padi Bersama di Merauke, Iftitah: Kita Konkretkan Kerja Samanya
53 JIAT Kementerian PU Dukung Ketersediaan Air bagi 1.307 Hektare Sawah di Indramayu
Mitigasi Galodo di Solok, Kementerian PU Pasang 3 Titik Early Warning System dan Siapkan 2 Sabo Dam Sungai Batang Baliang
Di Peking University, Iftitah: Bangun Pusat Pertumbuhan Ekonomi Tak Cukup Hanya dengan Infrastruktur
Indeks Udara Capai 414, Palangka Raya Diselimuti Kabut Asap

Berita Terkait

Thursday, 15 October 2026 - 08:15 WIB

Di Forum Global OECD Paris, Indonesia Paparkan Strategi Penyederhanaan Birokrasi

Thursday, 15 October 2026 - 08:07 WIB

Kemendes Siap Kolaborasi Lintas K/L Wujudkan Indonesia Emas 2045 Lewat Pemberdayaan

Thursday, 15 October 2026 - 08:04 WIB

Kementerian PU Tangani Dampak Banjir pada Sejumlah SPAM di Kota Padang, Pemulihan Layanan Air Minum Jadi Prioritas

Thursday, 15 October 2026 - 07:58 WIB

Tiongkok Usulkan Pusat Riset Padi Bersama di Merauke, Iftitah: Kita Konkretkan Kerja Samanya

Wednesday, 14 October 2026 - 10:43 WIB

53 JIAT Kementerian PU Dukung Ketersediaan Air bagi 1.307 Hektare Sawah di Indramayu

Berita Terbaru