DAELPOS.com – Tingginya kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan telah menimbulkan terjadinya banyak bencana, seperti kekeringan, banjir dan sebagainya. Kerusakan lingkungan itu juga terjadi tidak lepas dari kurangnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan ruang sesuai dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan optimalisasi penegakan hukum di bidang tata ruang.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh Kementerian ATR/BPN melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah (PPRPT) untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Salah satunya melalui rangkaian kegiatan penertiban pemanfaatan ruang dan mengoptimalkan pelaksanaan penegakan hukum tata ruang di Indonesia.
“Salah satu bentuk temuan indikasi ketidaksesuaian pemanfaatan ruang, yaitu banyaknya tumpang tindih perizinan dan kesalahan alokasi izin terhadap rencana tata ruang. Hal ini banyak terjadi secara masif di wilayah Indonesia selama bertahun-tahun tanpa proses penyelesaian,” ujar Direktur Penertiban Pemanfaatan Ruang, Ditjen PPRPT, Kementerian ATR/BPN, Andi Renald saat menghadiri acara Kick-off Meeting di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (18/12/2019).
Lebih lanjut, Andi Renald menyampaikan dalam kurun tahun 2019, Kementerian ATR/BPN bersama-sama dengan Ditjen Gakkum Kementerian LHK telah terlibat aktif melaksanakan kegiatan bersama (multidoor) penegakan hukum. “Dengan adanya kegiatan penegakan hukum secara bersama ini, diharapkan dapat memberikan efek jera (deterrent effect) bagi pelanggar tata ruang serta melindungi hak konstitusi masyarakat, yang pada akhirnya mewujudkan tata kelola sumber daya alam yang baik,” pungkasnya.
Sejumlah inisiatif untuk mencegah korupsi dan upaya penegakan hukum di sektor sumber daya alam telah dilakukan oleh berbagai pihak untuk mencapai tata kelola yang baik. Agus Rahardjo Ketua KPK, mengatakan karena minimnya penyelesaian penegakan hukum dibandingkan dengan indikasi pelanggaran maupun dampak kerusakan lingkungan, kejahatan di sektor sumber daya alam telah menjadi prioritas bagi KPK, sehingga dilakukanlah kerja sama antar KPK dengan Pemerintah Norwegia.
Menyadari tingkatkan kapasitas dan koordinasi dalam upaya penegakan hukum di sektor Sumber Daya Alam itu Pemerintah dalam hal ini KPK, Kejaksaan Agung, Mahkaman Agung, Badan Reserse Kriminal Polri, Ditjen Gakkum KLHK, Ditjen Minerba KESDM, Ditjen PSDKP KKP, Ditjen Bea dan Cukai, Kemenkeu, Ditjen PPRPT Kementerian ATR/BPN, PPATK, Ditjen Imigrasi, Kemenkum Ham, serta Duta Besar Pemerintah Kerajaan Norwegia melakukan penandatanganan komitmen bersama.
Dengan adanya komitmen bersama dalam penegakan hukum di sektor sumber daya alam ini, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penegakan hukum terkait kejahatan sumber daya alam dan menurunkan tingkat kerugian negara dari sumber daya alam sehingga pada akhirnya mewujudkan pengelolaan sumber daya alam Indonesia yang baik dan terwujudnya lingkungan hidup yang berkelanjutan.






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

