Kolaborasi dengan BRIN, Mendes Yandri Yakin Berhasil Majukan Desa hingga Tingkatkan GDP Indonesia

Friday, 22 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DAELPOS.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto yakin pergerakan yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa akan berbanding lurus dengan bertambahnya Gross Domestic Product (GDP) Indonesia.

Pasalnya 91 persen dari total wilayah Indonesia berada di desa, sehingga penting dilaksanakan pemberdayaan dan pendampingan untuk mencerdaskan masyarakat dan melibatkannya dalam membangun desa.

“Kalau desa bergerak otomatis GDP kita juga naik. Jadi intinya adalah pemberdayaan, kita cerdaskan masyarakat desa,” ucap Mendes Yandri saat audiensi dengan Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro di kantor Kemendes PDTT Jakarta, Kamis (21/11/2024).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2024 berdasarkan nilai GDP mencapai 4,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya dalam periode yang sama. Angka ini dipastikan terus naik secara cepat sesuai target Presiden Prabowo Subianto hingga 8 persen jika masyarakat terus diberi pendampingan untuk memajukan desanya dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki.

Salah satunya dengan menggali potensi setiap desa yang mana hal tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk hilirisasi sehingga nilai jual setiap produknya bertambah serta menyukseskan program makan bergizi gratis. Oleh karena itu kolaborasi dilakukan dengan berbagai pihak agar setiap desa memiliki produk unggulan untuk mengambil peluang dalam memenuhi setiap kebutuhan program tersebut.

“Saya sudah ngomong ke Pak Kapolri, Panglima TNI, Pak Menteri Pertanian juga bahwa kita mau bikin desa tematik. Jadi saya minta ini ada desa melon, desa cabe, desa nila, desa lele. Jadi untuk makan siang bergizi gratis kita mau saling melengkapi, supaya harga stabil juga,” tutur Mendes Yandri.

Hal ini direspons positif oleh Siti Zuhro yang sepakat pentingnya pendampingan dan pemberdayaan masyarakat desa. Sebab hal tersebut memberi manfaat jangka panjang dan berkelanjutan sehingga kemajuan dan kemandirian desa tidak hanya berlaku pada periode tertentu namun terus menerus.

See also  KPK Resmi Ajukan Kasasi Dalam Putusan Bebas Sofyan Basir

“Itu benar Pak Menteri. Pemberdayaan itu harus, jadi masyarakat nanti didampingi. Obsesi saya, masyarakat desa harus pintar harus berdaya supaya dihormati dan bisa membangun peradaban. Jadi pikiran bahwa desa itu kumuh, miskin, tertinggal itu hilang dan tergantikan dengan kondisi yang bagus,” ujarnya.

Rencananya Kemendes PDT dan BRIN melalui Siti Zuhro akan melakukan kolaborasi untuk mencapai target visi besar Presiden Prabowo Subianto dengan turun ke desa hingga bisa melihat kondisinya secara langsung.

Dalam audiensi ini Mendes Yandri didampingi Sekjen Taufik Madjid dan Staf Khusus Fahad Attamimi.

Selain itu hadir pula Peneliti Ahli Madya BRIN Nyimas Latifah Letty Aziz, APBN Penyelia Eko Heryati Sutaningtyas, Kaprodi Informatika Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) Dadan Sukma, dan Kadiv SDI UICI Dhita Virgian.

Berita Terkait

Bersama Becky Tumewu dan Wahyu Wiwoho, PPID Sharing Ulik Komunikasi di Era Keterbukaan Informasi
Terima Laporan Bahlil, Prabowo Pastikan Ketahanan Energi Aman
PLN Gerak Cepat Atasi Pemadaman Bergilir
MotoGP Mandalika Jadi Mesin Penggerak Ekonomi NTB
Kementerian PU Kantongi Pagu Indikatif Rp98,47 Triliun, Fokus Pada Program Infrastruktur Berdampak Bagi Rakyat
Gunakan Pendekatan Octahelix, Mendes Libatkan UMMI dalam Pembangunan Desa
Revitalisasi Madrasah Perkuat Infrastruktur Pendidikan Keagamaan
Kemendes Gandeng KSP Tuntaskan Desa Tertinggal di 30 Kabupaten

Berita Terkait

Wednesday, 24 June 2026 - 13:29 WIB

Terima Laporan Bahlil, Prabowo Pastikan Ketahanan Energi Aman

Sunday, 21 June 2026 - 08:31 WIB

PLN Gerak Cepat Atasi Pemadaman Bergilir

Friday, 19 June 2026 - 18:46 WIB

MotoGP Mandalika Jadi Mesin Penggerak Ekonomi NTB

Wednesday, 17 June 2026 - 21:03 WIB

Kementerian PU Kantongi Pagu Indikatif Rp98,47 Triliun, Fokus Pada Program Infrastruktur Berdampak Bagi Rakyat

Saturday, 13 June 2026 - 12:14 WIB

Gunakan Pendekatan Octahelix, Mendes Libatkan UMMI dalam Pembangunan Desa

Berita Terbaru

foto ESDM

Energy

ESDM: RKAB Nikel 2026 Belum Diputuskan, Masih Tahap Evaluasi

Thursday, 25 Jun 2026 - 16:28 WIB