Tertarik Investasi di Kawasan Transmigrasi, China Energy Siap Serap 5.000 Tenaga Kerja Lokal

Sunday, 8 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com — Kementerian Transmigrasi membuka peluang kerja sama investasi sektor energi dengan perusahaan global China Energy Engineering Corporation (CEEC) yang berpotensi menciptakan ribuan lapangan kerja bagi masyarakat lokal di kawasan transmigrasi, termasuk salah satunya di Kawasan Transmigrasi Batam Rempang Galang (Barelang).

Hal tersebut disampaikan dalam audiensi antara Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dengan Vice President CEEC Southeast Asia Regional Headquarters, Jin Bin, di Jakarta, Jumat (6/3). Menteri Iftitah menegaskan bahwa investasi yang masuk ke kawasan transmigrasi harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Kami menyambut baik rencana investasi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Prinsip kami sederhana, investasi yang masuk harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Iftitah.

Lebih lanjut, Menteri Iftitah menjelaskan bahwa pemerintah saat ini sedang menata kawasan Rempang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi. Kawasan tersebut direncanakan dikembangkan menjadi kota industri modern dengan luas sekitar 8.000 hektare.

Sebagai bagian dari pengembangan kawasan tersebut, pemerintah juga tengah membangun berbagai infrastruktur pendukung, mulai dari dermaga nelayan, fasilitas cold storage, hingga , Kampus Patriot yang akan menjadi pusat pendidikan dan pelatihan tenaga kerja bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.

“Kampus Patriot kami siapkan sebagai kampus jarak jauh dari perguruan tinggi mitra sekaligus pusat pelatihan tenaga kerja yang dapat mendukung kebutuhan industri yang masuk ke kawasan tersebut,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, CEEC menyampaikan minat untuk menjajaki investasi di sejumlah kawasan, termasuk kawasan transmigrasi. Perusahaan energi global yang masuk dalam 500 perusahaan terbesar di dunia itu menyatakan komitmennya untuk mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal dalam setiap proyek yang dikembangkan.

See also  Tinjau Pasar Banjarsari Pekalongan, Wamen Diana: Operasional Setelah Idul Fitri 2025

Vice President CEEC Southeast Asia Regional Headquarters, Mr. Jin Bin, mengatakan Indonesia merupakan salah satu tujuan investasi strategis bagi perusahaan yang telah beroperasi di lebih dari 147 negara tersebut.

“Kami melihat Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi utama. Kami juga telah mengunjungi Pulau Rempang dan sedang mempelajari peluang investasi di kawasan tersebut,” ujar Mr. Jin Bin.

CEEC sendiri telah hadir di Indonesia sejak 1994 dan hingga saat ini telah melaksanakan lebih dari 100 proyek dengan total nilai kontrak sekitar 7 Miliar USD terutama di sektor pembangkit listrik dan infrastruktur energi. Berbagai proyek yang telah dikerjakan mencakup pembangkit listrik tenaga uap, tenaga air, hingga tenaga surya.

Menurut Mr. Jin Bin, investasi yang direncanakan berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Dalam setiap proyek, perusahaan menargetkan dapat mempekerjakan hingga 5.000 tenaga kerja, dengan komposisi mengutamakan pekerja lokal Indonesia.

“Perbandingan tenaga kerja yang kami rencanakan adalah satu tenaga kerja dari Tiongkok untuk sepuluh tenaga kerja lokal Indonesia. Kami ingin memastikan investasi yang kami lakukan juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain membuka peluang kerja, CEEC juga menyatakan kesiapan untuk mendukung peningkatan kapasitas tenaga kerja melalui program pelatihan yang dapat disinergikan dengan fasilitas pelatihan di kawasan transmigrasi.

Menteri Iftitah menambahkan, pemerintah saat ini tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BP Batam, untuk memastikan proses investasi di kawasan Rempang dapat berjalan secara kondusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, pendekatan investasi yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat sangat penting untuk menghindari konflik sosial yang pernah terjadi di kawasan tersebut beberapa tahun lalu.

“Jika investasi mampu menjadi solusi bagi masyarakat melalui lapangan kerja, maka dukungan masyarakat juga akan semakin kuat,” pungkas Menteri Iftitah.

Berita Terkait

Tahap Akhir Wujudkan Konektivitas Penuh di Provinsi Aceh, Hutama Karya Lakukan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) pada Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum) Tol Sigli–Banda Aceh
Kementerian PU Revitalisasi Sungai Veteran untuk Cegah Banjir Banjarmasin
Tak Ada Uang, Anak SD Berikan Cincin untuk Palestina
Dari Cabai ke Pelepah Sawit, Prafi Genjot Ekonomi Warga
Kementerian PU Kerahkan Peralatan Penanganan Karhutla ke Lima Provinsi di Kalimantan
Kawal Penataan Kelembagaan Kementerian PKP, Kementerian PANRB Dorong Efisiensi dan Hindari Tumpang Tindih Fungsi
Cabeta Buka Jalan Usaha Baru bagi Petani Cabai di Prafi
Kementerian PU Perkuat Pembangunan Infrastruktur Papua Pegunungan
Tag :

Berita Terkait

Monday, 14 September 2026 - 20:28 WIB

Tahap Akhir Wujudkan Konektivitas Penuh di Provinsi Aceh, Hutama Karya Lakukan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) pada Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum) Tol Sigli–Banda Aceh

Monday, 14 September 2026 - 17:40 WIB

Kementerian PU Revitalisasi Sungai Veteran untuk Cegah Banjir Banjarmasin

Sunday, 13 September 2026 - 13:54 WIB

Tak Ada Uang, Anak SD Berikan Cincin untuk Palestina

Sunday, 13 September 2026 - 09:01 WIB

Dari Cabai ke Pelepah Sawit, Prafi Genjot Ekonomi Warga

Sunday, 13 September 2026 - 08:23 WIB

Kementerian PU Kerahkan Peralatan Penanganan Karhutla ke Lima Provinsi di Kalimantan

Berita Terbaru

foto ist

Berita Utama

Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Gantikan Purbaya

Monday, 14 Sep 2026 - 21:30 WIB