Dampak Corona: Jakarta, Roda Ekonomi Semakin Lesu

Tuesday, 17 March 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ist

Foto Ist

DAELPOS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi kemerosotan ekonomi akibat merebaknya virus korona (Covid-19). Pasalnya, sejumlah pusat perbelanjaan di ibu kota sepi pengunjung mengingat adanya imbauan Gubernur DKI Jakarta yang meminta masyarakat tidak mendekati keramaian.

“Ekonomi di Jakarta darurat. Hal ini terlihat dengan tidak adanya pengunjung yang datang ke pusat-pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta. Seperti pusat grosir terbesar di Asia Tenggara, pasar Tanah abang. Apalagi, nilai tukar rupiah sekarang merosot sudah masuk Rp 15 ribu per US Dollar,” ujar Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter, di Gedung DPRD DKI, Senin (16/3/2020).

Menurutnya, aparat dan jajaran Pemprov DKI Jakarta harus bisa mengantisipasi stabilitas harga pangan. Dirinya menduga, adanya imbauan tidak mendekati kerumunan akan dimanfaatkan oleh mafia pangan untuk meraup keuntungan pribadi. Salah satunya, terlihat saat melonjaknya harga masker di Jakarta.

“Ini sudah terjadi dari harga masker yang harganya melonjak tinggi dari harga pasaran. Ini menunjukkan ketidakmampuan mengendalikan stabilitas perekonomian. Ketidakstabilan ini akan menyengsarakan masyarakat karena rencana masa depan sulit tercapai, khusus nya dalam jangka panjang. Saya berharap BUMD Food station, Dharma Jaya dan Pasar Jaya melakukan operasi pasar dan menjaga persediaan pangan Jakarta,” katanya.

Sejumlah Langkah

Secara terpisah, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah pencegahan penyebaran virus korona. Pasalnya, pasar merupakan sentra ekonomi yang setiap harinya tidak pernah putus dari aktivitas jual beli masyarakat.

“Yang menjadi fokus Pasar Jaya yaitu dilakukannya Perencanaan kelangsungan bisnis atau Business Continuity Planning (BCP). Hal ini dilakukan untuk sebagai salah satu upaya untuk mengurangi dampak yang bisa terjadi imbas penyebaran virus korona,” katanya di Jakarta, Senin (16/3/2020).

See also  Polri Bakal Panggil Anies Klarifikasi Pelanggaran Prokes di Acara HRS

Menurutnya, pola pengaturan kerja dan aktivitas di dalam pasar itu sendiri akan diatur sedemikian rupa agar menghambat penularan Korona. Salah satunya akan memperketat akses masuk pedagang dan masyarakat ke dalam pasar. Para kepala divisi, Manager dan Kepala Pasar dihimbau agar melakukan pembatasan berupa jalur akses pintu masuk ke dalam pasar sebagai upaya pencegahan.

“Nantinya, disetiap pintu masuk yang sudah diputuskan menjadi pintu utama akan terdapat petugas keamanan yang mengecek dengan thermal gun. Jika memang di sejumlah pasar sistem keluar masuknya lebih dari satu pintu maka thermal gun yang jumlahnya disesuaikan dengan pintu masuk tersebut,” ungkapnya.

Jika ditemukan masyarakat yang terindikasi bersuhu tubuh tinggi diatas 38 derajat celcius, lanjutnya, maka para manager dan kepala pasar agar memberikan masker secara gratis dan membawanya langsung ke ruangan khusus yang saat ini tengah

disiapkan.

Hal ini dilakukan sesuai protokol penangangan korona yang tidak boleh berinteraksi dengan orang lain apalagi menggunakan sarana publik karena dapat menyebarkan virus tersebut.

“Walau begitu petugas pasar tidak boleh langsung memvonis mereka yang bersuhu tubuh tinggi pasti terindikasi tercemar covid-19. Petugas di pintu masuk cukup melakukan pendataan identitas masyarakat yang bersuhu tubuh tinggi tersebut sebagai pendataan nantinya. Manager atau kepala pasar cukup menelpon no layanan darurat tanggap corona dari Pemprov DKI untuk langsung diberikan penanganan oleh petugas dari dinas kesehatan terdekat,” jelasnya.

Selain itu, katanya, di setiap pintu masuk pasar akan disiapkan hand sanitizer bagi pengunjung dan pedagang yang masuk ke dalam pasar. Pasar Jaya juga meminta agar pedagang dan masyarakat yang berada dalam kondisi sakit agar selalu menggunakan masker ketika berada di dalam area pasar. Sedangkan bagi mereka yang tidak sakit dihimbau tidak perlu menggunakan masker.

See also  Malam Tahun Baru, MRT Beroperasi Sampai Dini Hari

Dia mengatakan, masyarakat harus bijak berinformasi karena saat ini baik pasokan dan stok pangan di Jakarta masih aman. Bahkan, pihaknya memastikan pasokan pangan murah KJP dan lainnya tidak mengalami gangguan sampai hari ini.

“Pelayanan KJP sementara juga hanya dilakukan di 170 titik gerai penyaluran pangan murah milik Perumda Pasar Jaya. Hal ini dikarenakan RPTRA ditutup sementara,” ucapnya.(ht)

Berita Terkait

Wagub Rano Tertibkan Parkir Liar di Lebak Bulus
Pemprov DKI Gelar “Earth Hour”, Lampu Dipadamkan Serentak 25 April 2026
DKI Siaga El Nino! BPBD Kebut Mitigasi, Antisipasi Kekeringan dan Polusi Udara
Wujudkan Kebijakan Inklusif, Pemprov DKI Perkuat Integrasi Data Carik 2026
Pramono Respons Keluhan Pedestrian Rasuna Said: Macet Sementara, Demi Perbaikan
Anak Jakarta Diminta Fokus Belajar Lewat PP Tunas
TPS Sementara Pekayon Efektif, 120 Ton Sampah/Hari Diangkut ke Bantar Gebang
RBI Jaksel Diresmikan, Menteri PPPA: Harus Gerak Cepat Layani Warga

Berita Terkait

Saturday, 25 April 2026 - 11:04 WIB

Wagub Rano Tertibkan Parkir Liar di Lebak Bulus

Saturday, 25 April 2026 - 00:43 WIB

Pemprov DKI Gelar “Earth Hour”, Lampu Dipadamkan Serentak 25 April 2026

Friday, 24 April 2026 - 17:04 WIB

DKI Siaga El Nino! BPBD Kebut Mitigasi, Antisipasi Kekeringan dan Polusi Udara

Friday, 24 April 2026 - 09:37 WIB

Wujudkan Kebijakan Inklusif, Pemprov DKI Perkuat Integrasi Data Carik 2026

Tuesday, 14 April 2026 - 13:18 WIB

Pramono Respons Keluhan Pedestrian Rasuna Said: Macet Sementara, Demi Perbaikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Kementerian PU Rampungkan 3 SPPG di Bangka Belitung

Monday, 4 May 2026 - 00:19 WIB