Perjuangan Siswa MTs Jadi Kuli demi Beli HP untuk Belajar Online

Saturday, 8 August 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Catur Ferianto (16)

Catur Ferianto (16)

DAELPOS.com – Beragam cerita di balik perjuangan siswa tak mampu untuk mengikuti sekolah daring di masa pandemi virus Corona atau COVID-19. Salah satunya dialami Catur Ferianto (16) pelajar asal Grobogan, Jawa Tengah ini terpaksa menjadi kuli karena tak punya smartphone.

Siswa kelas 7 MTs Ya Robi itu mengaku mengumpulkan uang untuk membeli smartphone. Upahnya menjadi kuli bangunan rencananya akan dia belikan smartphone agar bisa mengikuti sekolah daring.

“Saya kerja buat beli HP,” kata Catur saat ditemui detikcom, di tempat kerjanya di Desa Karangrejo, Grobogan, Jumat (07/08/2020).

Setiap harinya Catur bekerja dari pukul 08.00-16.00 WIB. Dia punya waktu istirahat satu jam untuk makan siang.

Meski bertubuh kurus, anak keempat dari lima bersaudara itu tampak cekatan saat bekerja. Dia kebagian tugas menjadi pengaduk semen, mengayak pasir atau membersihkan sisa material.

“Selama ini untuk mengerjakan tugas saya selalu meminjam HP milik kakak,” tutur Catur.

Catur juga ingin belajar daring seperti teman-temannya. Namun, dia memilih bekerja agar bisa membeli smartphone.

“Ya inginnya seperti teman-teman, bermain dan belajar di rumah,” tuturnya.

Catur tinggal bersama orang tua, seorang kakaknya dan adiknya di Desa Karangrejo, Kecamatan Grobogan. Dua kakaknya sudah berkeluarga dan tak tinggal bersama mereka. Sementara ayah dan ibunya bekerja sebagai buruh tani.

Rumahnya pun tampak sederhana, lantai maupun tembok rumahnya belum diplester. Tak hanya itu atap rumahnya juga tampak renggang dan kerap bocor saat hujan.

Ibu Catur, Suwarsih mengaku tak mampu membelikan anak lelakinya itu ponsel. Suwarsih mengaku tak sampai hati melihat anaknya itu bekerja sebagai kuli. Namun, keinginan anak keempatnya itu untuk membeli smartphone agar bisa mengikuti belajar daring membuatnya luluh.

See also  Kemenhub Intensif Lakukan Pengujian LRT Jabodebek

“Selama ini kan sejak ada Corona belajarnya di rumah. Itu perlu HP, kalau mengerjakan tugas itu si Catur pinjam HP mbaknya,” kata Suwarsih.

Pemilik rumah tempat Catur bekerja, Marno mengaku iba dengan niat remaja itu. Dia pun mengaku sempat menolak niat Catur saat ingin bekerja di tempatnya.

“Anaknya baik, rajin dan cekatan. Awalnya waktu minta izin untuk bekerja disini saya tolak. Karena masih kecil,” kata Marno.

Marno menyebut Catur diupah Rp 50 ribu per hari. Dia pun tak memberikan tugas yang berat untuk Catur.

“Tugas dia itu mengayak pasir, mengaduk semen, membersihkan sisa-sisa material. Anaknya tergolong rajin,” puji Marno. (*)

Berita Terkait

Menteri Dody Tinjau IJD Ruas Banjarkemantren–Prasung, Dukung Konektivitas Kawasan Industri Prioritas di Sidoarjo
Soal Board of Peace, LaNyalla Minta Rakyat Percayakan Upaya Presiden Prabowo
Penerimaan Negara 2025 Pulih di Paruh Kedua
Kini Beli Tiket Transjakarta Bisa Pakai GoPay”
Mendes Minta Kades se-Sulteng Sukseskan Posbankum dan Desa Bersinar
Prabowo Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Islam dan Pesantren
Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Genjot Layanan Air Bersih 5.300 Liter per Detik
Mulai 2026, OJK Buka Data Pemilik Saham

Berita Terkait

Saturday, 7 February 2026 - 18:51 WIB

Menteri Dody Tinjau IJD Ruas Banjarkemantren–Prasung, Dukung Konektivitas Kawasan Industri Prioritas di Sidoarjo

Thursday, 5 February 2026 - 13:53 WIB

Soal Board of Peace, LaNyalla Minta Rakyat Percayakan Upaya Presiden Prabowo

Thursday, 5 February 2026 - 09:30 WIB

Penerimaan Negara 2025 Pulih di Paruh Kedua

Thursday, 5 February 2026 - 09:24 WIB

Kini Beli Tiket Transjakarta Bisa Pakai GoPay”

Wednesday, 4 February 2026 - 14:34 WIB

Mendes Minta Kades se-Sulteng Sukseskan Posbankum dan Desa Bersinar

Berita Terbaru