Kementerian PUPR Bangun Infrastruktur Pengendali Banjir di Tiga Sungai Besar Bali

Monday, 14 June 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Bali – Penida tengah melakukan pembangunan prasarana pengendali banjir pada tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) di Provinsi Bali, yakni di Tukad Unda Klungkung, serta Tukad Badung, dan Tukad Ayung di Denpasar.

Program penataan dan normalisasi sungai tersebut akan memberi manfaat dalam mengurangi risiko bencana banjir di tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) besar yang menjadi salah satu pusat kegiatan pariwisata internasional di Bali.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan perubahan iklim menjadi tantangan dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Pergeseran dan perubahan masa musim hujan dan kemarau, serta pola hujan dengan durasi pendek namun intensitasnya tinggi kerap mengakibatkan banjir. “Saya mengajak semua pihak untuk menjaga daerah tangkapan air melalui penghijauan kembali dan menahan laju alih fungsi lahan,” kata Menteri Basuki.

Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida Maryadi Utama menyampaikan, melihat permasalahan yang ada di DAS Tukad Unda dan adanya lahan yang terdampak pada saat erupsi Gunung Agung, maka diperlukan sinergi antara BWS Bali-Penida, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Kabupaten terkait untuk mengendalikan banjir aliran lahar dingin yang sering terjadi di DAS Tukad Unda.

“Rencana pekerjaan utama yang dilakukan terdiri dari pembangunan Tanggul Tukad Yeh Sah, Cek Dam Tukad Yeh Sah, Tanggul Tukad Unda, Tanggul Penampang Ganda Tukad Unda, dan Pekerjaan Jetty,” kata Maryadi.

Pekerjaan dilaksanakan oleh PT. Nindya Karya-PT. Bina Nusa Lestari (KSO) dengan kontrak senilai Rp. 234 miliar dengan Konsultan Supervisi PT. Catur Bina Guna Persada KSO, PT. Multimera Harapan, dan PT. Laras Sembada dengan nilai kontrak Rp. 6,5 miliar. Pembangunan dimulai pada 28 Agustus 2020 dan direncanakan selesai pada Desember 2022 melalui sistem kontrak tahun jamak.

See also  Jokowi Lakukan Kunjungan Singkat ke Singapura dan Malaysia

Selain di Tukad Unda, saat ini juga tengah dilakukan pembangunan sarana pengendali banjir di sepanjang Tukad Badung, tepatnya di Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar. Tingginya curah hujan di bagian hulu mengakibatkan longsoran di beberapa tebing di sepanjang Tukad Badung. Salah satu lokasi yang terjadi longsoran berlokasi di SD 6 Ubung, dimana kondisi ini sangat membahayakan keberadaan gedung dan siswa di sekolah tersebut.

Penanganan teknis berupa tindakan memperkuat tebing sungai dengan struktur beton bertulang sepanjang 56 meter (m) setinggi 15,3 m dan pasangan batu kali dengan struktur frame beton sepanjang 144 m, serta pekerjaan groundsill dengan lebar 9,12 m. Pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor PT. Bangun Mulya Tan Abadi
dengan nilai kontrak Rp 3,1 miliar, dimana saat ini progresnya 34,59%.

Di Kota Denpasar saat ini juga tengah dibangun prasarana pengendali banjir di Tukad Ayung yang merupakan sungai yang terletak di wilayah Kota Denpasar di Provinsi Bali. Akibat banjir yang terjadi hampir setiap tahun menyebabkan tebing mengalami kerusakan, sehingga perlu mendapat penanganan segera untuk menghindari meluasnya kerusakan Tanggul yang mengakibatkan melimpasnya aliran banjir ke pemukiman penduduk maupun ke daerah pertanian.

Penanganan teknis berupa tindakan memperkuat tebing sungai dengan pasangam batu kali berstruktur frame beton sepanjang 55 m setinggi 7,5 m dan pasangan batu kali dengan struktur frame beton sepanjang 55 m setinggi 5 m. Pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor PT Putra Mas Indah Baroe
dengan nilai kontrak Rp 2,8 miliar, dimana saat ini progresnya 45,24%. (*)

Berita Terkait

Bersama Becky Tumewu dan Wahyu Wiwoho, PPID Sharing Ulik Komunikasi di Era Keterbukaan Informasi
Terima Laporan Bahlil, Prabowo Pastikan Ketahanan Energi Aman
PLN Gerak Cepat Atasi Pemadaman Bergilir
MotoGP Mandalika Jadi Mesin Penggerak Ekonomi NTB
Kementerian PU Kantongi Pagu Indikatif Rp98,47 Triliun, Fokus Pada Program Infrastruktur Berdampak Bagi Rakyat
Gunakan Pendekatan Octahelix, Mendes Libatkan UMMI dalam Pembangunan Desa
Revitalisasi Madrasah Perkuat Infrastruktur Pendidikan Keagamaan
Kemendes Gandeng KSP Tuntaskan Desa Tertinggal di 30 Kabupaten

Berita Terkait

Wednesday, 24 June 2026 - 13:29 WIB

Terima Laporan Bahlil, Prabowo Pastikan Ketahanan Energi Aman

Sunday, 21 June 2026 - 08:31 WIB

PLN Gerak Cepat Atasi Pemadaman Bergilir

Friday, 19 June 2026 - 18:46 WIB

MotoGP Mandalika Jadi Mesin Penggerak Ekonomi NTB

Wednesday, 17 June 2026 - 21:03 WIB

Kementerian PU Kantongi Pagu Indikatif Rp98,47 Triliun, Fokus Pada Program Infrastruktur Berdampak Bagi Rakyat

Saturday, 13 June 2026 - 12:14 WIB

Gunakan Pendekatan Octahelix, Mendes Libatkan UMMI dalam Pembangunan Desa

Berita Terbaru

foto ESDM

Energy

ESDM: RKAB Nikel 2026 Belum Diputuskan, Masih Tahap Evaluasi

Thursday, 25 Jun 2026 - 16:28 WIB