Negeri Ini Semakin Tidak Aman

Thursday, 9 July 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Oleh: Hersubeno Arief

DENNY Siregar yang sering dijuluki sebagai buzzer pemerintah, sedang uring-uringan.

Data pribadinya di Telkomsel dibobol hacker. Disebar di media sosial. Jadi konsumsi publik. Dia mengancam akan menggugat Telkomsel.

Di luar Denny, kebocoran data karena aksi kejahatan sesungguhnya sudah lama marak.

Korbannya terbanyak adalah para aktivis, kelompok kritis penentang pemerintah.

Sepanjang pekan kemarin, di berbagai group pertemanan (WAG) hampir setiap hari muncul pemberitahuan. Akun WA salah satu anggota dibajak. Salah satunya milik seorang purnawirawan marsekal, mantan Kepala Staf TNI AU.

Sebagian kasus pembobolan, maupun pembajakan, bersifat politik. Tapi banyak juga yang motifnya bersifat kriminal. Penipuan receh berupa peminjaman uang, jual beli barang murah, dan yang lebih serius pembobolan rekening bank.

Kasus yang bikin heboh adalah pembobolan rekening bank milik wartawan senior Ilham Bintang. Kasus ini tengah bergulir di pengadilan. Rabu (8/7), Pengadilan Negeri Jakarta Barat mulai menyidangkan kasusnya.

Lima terdakwa pelaku pembobolan, termasuk Desar (20) otak komplotan yang berasal dari Palembang Sumatera Selatan. Tiga orang terdakwa lainnya disidangkan secara terpisah.

Kasus ini modusnya lebih sederhana dibandingkan dengan aksi para hacker yang melakukan aksi untuk kepentingan politik.

Pelakunya juga tidak perlu pinter-pinter amat. Tidak perlu jago banget IT. Desar, si otak komplotan, menurut keterangan polisi hanya tamatan sekolah dasar (SD).

Betapa rentannya keselamatan para pengguna telepon seluler dan nasabah bank. Kasus ini tidak mungkin terjadi jika tidak melibatkan orang dalam. Baik berupa kesengajaan, maupun keteledoran karena tidak menjalankan SOP secara benar.

Tidak adanya perlindungan yang maksimal. Data pribadi dan tabungan dalam jumlah ratusan juta, bahkan miliaran rupiah bisa menguap dalam sekejap. 

See also  Jajaki Skema Kerjasama Badan Usaha, Kementerian Transmigrasi Undang Kementerian Keuangan

Sedihnya operator maupun bank tidak bisa dituntut dan dimintai pertanggungjawaban.

Dalam kasus Ilham Bintang, operator telepon seluler Indosat dan Bank Commonwealth bebas melenggang. Padahal mereka punya andil kelalaian yang menyebabkan terjadinya kejahatan.

Kasus ini bermula ketika komplotan Desar mendapatkan data pribadi Ilham dari Sistem Laporan Informasi Keuangan (SLIK) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kok bisa?

Menurut polisi salah satu tersangka adalah karyawan sebuah bank swasta.

Dengan data Slik dari OJK yang lengkap, seperti kata Ketua Majelis Hakim Kamaluddin, mereka kemudian mendatangi gerai Indosat di Bintaro.

Dengan KTP palsu, mereka kemudian minta penggantian kartu perdana milik Ilham. Berdasarkan rekaman CCTV yang diperoleh Ilham, proses penggantian kartu berlangsung tidak lebih dari 6 menit.

Prosedur verifikasi salah satunya dengan menyebutkan tiga nomor terakhir yang dihubungi, tidak dilakukan.

Dengan menguasai nomor Indosat milik Ilham mereka kemudian sukses membobol akun bank pemilik tabloid sohor Cek & Ricek (almarhum) di Bank Commonwealth.

Saat proses pembobolan bank, telepon seluler Ilham sedang tidak aktif. Dia tengah berada di Australia menjenguk anaknya.

Ilham menyesalkan mengapa yang menjadi tersangka hanya para pembobol, padahal ada unsur kelalaian dan kehati-hatian dari petugas Indosat maupun Bank?

Harusnya hakim menghadirkan pegawai Indosat yang melayani komplotan. “Itu penting untuk mengurai tanggung jawab Indosat,” ujar Ilham.

Begitu juga bagian IT Commonwealth Bank. Mereka harus menerangkan kepada hakim bagaimana mekanisme kerjanya. Tidak bisa urusan nasabah, apalagi menyangkut dana ratusan juta sampai miliaran rupiah hanya diserahkan kepada mesin.

Sejauh ini Commonwealth tetap bersikukuh dan menganggap mesin IT-nya sudah bekerja benar.

Kasus ini berdampak serius terhadap para pelanggan telepon seluler, maupun nasabah bank. Juga bisa menghancurkan kepercayaan publik terhadap otoritas pemerintah, industri telepon seluler dan perbankan.

See also  Jakpro Pastikan Velodrome Siap Jadi Ajang Internasional Balap Sepeda UCI Track Nation Cup 2023

Betapa mudahnya data dari OJK bocor. Betapa mudah mengambil-alih nomor telepon milik orang lain. Dan betapa mudahnya membobol rekening di perbankan.

Setelah kasus Ilham meledak, industri jasa telekomunikasi, perbankan, dan OJK berjanji akan memperbaiki SOP mereka.

Namun, kata Ilham, bulan Mei lalu kasus serupa kembali terulang. Seorang pemakai Indosat kartunya dibobol. Tabungannya sebesar Rp 675 juta di BRI amblas disikat komplotan penjahat.

Negeri ini benar-benar makin tidak aman. (*)

Berita Terkait

Mendes Yandri Bersama 10 Asosiasi Desa Akan Kawal Terus Program Koperasi Desa Merah Putih
Kementerian PU Optimalkan 10 Ribu Sumur Bor Jangkau Wilayah Rawan Kekeringan
Kementerian PU Dukung Status Siaga Darurat, Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Cimahi
TEP 2026, Wamen Viva Yoga: Hasil Riset Untuk Pengembangan Ekonomi dan Industrialisasi di Kawasan Transmigrasi
Kementerian PU Percepat Penanganan Permanen 47 Jembatan Pascabencana di Sumatra
Dari Senggi hingga Manokwari Selatan: Langkah Generasi Muda Membangun Transmigrasi
Menteri PANRB: Wredatama Teladan Pengabdian
Kementerian PU Terapkan Asbuton A30, Perkuat Kemandirian Material Konstruksi Nasional

Berita Terkait

Tuesday, 28 July 2026 - 16:24 WIB

Mendes Yandri Bersama 10 Asosiasi Desa Akan Kawal Terus Program Koperasi Desa Merah Putih

Monday, 27 July 2026 - 22:51 WIB

Kementerian PU Optimalkan 10 Ribu Sumur Bor Jangkau Wilayah Rawan Kekeringan

Monday, 27 July 2026 - 17:53 WIB

Kementerian PU Dukung Status Siaga Darurat, Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Cimahi

Monday, 27 July 2026 - 17:31 WIB

TEP 2026, Wamen Viva Yoga: Hasil Riset Untuk Pengembangan Ekonomi dan Industrialisasi di Kawasan Transmigrasi

Sunday, 26 July 2026 - 19:18 WIB

Kementerian PU Percepat Penanganan Permanen 47 Jembatan Pascabencana di Sumatra

Berita Terbaru

News

OJK Pacu UMKM Timur Naik Kelas Lewat Digitalisasi Keuangan

Tuesday, 28 Jul 2026 - 12:27 WIB