Pertamina–Toyota Makin Dekat Garap Bioetanol, Pemerintah Dorong Gas ke Tahap Konstruksi

Monday, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto ist

foto ist

daelpos.com — Kerja sama pengembangan bioetanol antara Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dan Toyota menunjukkan progres signifikan. Pertemuan terbaru kedua pihak menghasilkan kemajuan penting menuju kesepakatan konkret, menandai peralihan dari tahap penjajakan ke fase yang lebih terukur dan implementatif.

Kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk mematangkan rencana investasi. Sejumlah aspek krusial mulai difinalisasi, mulai dari kajian kelayakan ekonomi, penyusunan struktur proyek, hingga penetapan timeline implementasi secara komprehensif.

Dengan arah yang semakin jelas, proyek ini diyakini segera masuk tahap realisasi. Kerja sama PNRE dan Toyota difokuskan pada pengembangan bioetanol berbasis teknologi generasi kedua (2G) dengan konsep multi-feedstock. Artinya, bahan baku akan memanfaatkan sumber daya domestik seperti biomassa kelapa sawit, jagung, hingga sorgum.

Langkah ini dinilai strategis dalam mendukung kebutuhan energi nasional sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar. Tak hanya itu, pengembangan sorgum juga membawa manfaat tambahan bagi ketahanan pangan nasional.

Pemerintah sendiri memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan bioetanol. Hal ini tercermin dalam kebijakan mandatori pencampuran biofuel yang telah disusun secara bertahap, yakni E5 pada periode 2026–2027, meningkat ke E10 pada 2028–2030, hingga target jangka panjang menuju E20.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM menilai kolaborasi ini sebagai contoh nyata sinergi antara BUMN dan investor global dalam membangun ekosistem energi masa depan di Indonesia.

“Kolaborasi antara Pertamina dan Toyota menjadi bukti konkret bagaimana sinergi strategis dapat mendorong percepatan pengembangan energi baru terbarukan di dalam negeri,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah mendorong agar proses menuju kesepakatan ini segera ditindaklanjuti hingga tahap konstruksi, sehingga proyek dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

See also  Serukan Perangi Covid-19 dan Eliminasi TBC

Pemerintah pun optimistis kerja sama ini akan memberikan dampak besar, baik dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mendorong hilirisasi industri, maupun menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Berita Terkait

Wamen Todotua Resmikan Bioethanol Development Center di Lampung
Tandatangani SKB 3 Menteri, Mendes Yandri Dorong Perempuan Jadi Subjek Pembangunan
Dengar Aspirasi Warga Momiwaren, Mentrans Dorong Pengembangan Hasil Laut
Teknologi Kedirgantaraan Buka Keterisolasian Kawasan Transmigrasi, Dorong Industri dan Lapangan Kerja Baru
Bangun Desa di Bengkulu, Kemendes Kolaborasi dengan Kopassus
HKI Perkuat Reputasi Infrastruktur Berkelanjutan melalui Capaian Tiga Penghargaan IQSA 2026
Mama-mama Kampung Sahari Sulap Ikan Tak Laku Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi
Olahan Matoa Buka Sumber Penghasilan Baru bagi Ratusan Warga Prafi

Berita Terkait

Tuesday, 15 September 2026 - 10:26 WIB

Wamen Todotua Resmikan Bioethanol Development Center di Lampung

Monday, 14 September 2026 - 13:11 WIB

Tandatangani SKB 3 Menteri, Mendes Yandri Dorong Perempuan Jadi Subjek Pembangunan

Monday, 14 September 2026 - 13:03 WIB

Dengar Aspirasi Warga Momiwaren, Mentrans Dorong Pengembangan Hasil Laut

Saturday, 12 September 2026 - 16:58 WIB

Teknologi Kedirgantaraan Buka Keterisolasian Kawasan Transmigrasi, Dorong Industri dan Lapangan Kerja Baru

Thursday, 10 September 2026 - 13:51 WIB

Bangun Desa di Bengkulu, Kemendes Kolaborasi dengan Kopassus

Berita Terbaru

Energy

PGN Perluas Edukasi Gas Bumi Lewat City Gas Tour 2026

Tuesday, 15 Sep 2026 - 19:44 WIB

Nasional

Perkuat Tata Kelola, Hutama Karya Gandeng Kejati Sumsel

Tuesday, 15 Sep 2026 - 19:33 WIB