Senator NTT : Beri Kepastian Kapan Jeda Pemekaran Dicabut

Sunday, 25 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DAELPOS.com –  Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Abraham Liyanto meminta kepastian dari pemerintah terkait kebijakan jeda (moratorium) pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB). Abraham mempertanyakan sampai kapan kebijakan moratorium diberlakukan.

“Sudah terlalu lama. Sejak tahun 2014, sampai sekarang. Mau sampai kapan ini diberlakukan?” kata Abraham di Jakarta, Sabtu, 24 Mei 2025.

Sebelumnya, dalam Focus Group Discussion (FGD) di DPD RI, Selasa, 20 Mei 2025, Abraham telah menanyakan hal itu kepada Direktur Penataan Daerah Kemendagri Sumule Tumbo. Namun jawabannya ngambang dan tidak memberikan kepastian kapan moratorium dicabut.

Abraham mengaku saat turun ke Daerah Pemilihan (Dapil), selalu ditanyakan konstituen kapan pemekaran DOB dibuka kembali. Pertanyaan itu selalu berulang dan muncul dari berbagai pihak. Dirinya sampai kesulitan menjawab atas pertanyaan tersebut.

“Mau tidak jawab, tidak enak karena mereka yang pilih kami. Seolah-olah kami tidak memperjuangkan. Padahal kami selalu desak ke pemerintah agar cabut moratorium. Tetapi tidak pernah direspon pemerintah,” ujar Abraham.

Anggota Komite I DPD ini menyebut, masyarakat di daerah membandingkan dengan wilayah Papua. Pasalnya, tahun 2022 lalu, pemerintah membuka keran pemekaran untuk sejumlah wilayah di Papua. Sementara untuk daerah lain tidak dibuka.

“Masyarakat tanya kenapa Papua bisa. Kalau memang moratorium, kenapa Papua diistimewakan,” tutur Ketua Badan Sosialisasi MPR RI ini.
Dia mengusulkan pemekaran dilakukan secara selektif. Pertama, diprioritaskan untuk daerah perbatasan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Timor Leste. Daerah-daerah perbatasan rawan dipengaruhi oleh negara tetangga.

Kedua, untuk wilayah yang rawan konflik. Model yang dilakukan di Papua, harus dijalankan di tempat lain yang rawan konflik.

See also  Wujud Negara Hadir, Pemerintah dan PLN Berhasil Listriki 99,92 Persen Desa di Seluruh Indonesia

Ketiga, untuk wilayah yang jumlah penduduknya sudah sangat besar seperti Jawa Barat.

“Harus bertahap. Dilihat urgensinya. Jangan dibuat ngampang seperti sekarang tanpa kepastian,” tegas Abraham.

Pada Senin, 19 Mei 2025, Abraham kembali didatangi masyarakat dari Amanatun, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) untuk menanyakan kelanjutan pemekaran DOB Amanatun yang sudah masuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebelum jeda pemekaran. Mereka adalah Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, akademisi sekaligus Rektor Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang Godlief F Neonufa, pejuang DOB Amanatun Nim Liu, dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan TTS Andre Pentury.

Mereka mendesak moratorium pemekaran dicabut dan beberapa usulan dari NTT, diantaranya Amanantun dijadikan DOB.

Sebelum kebijakan moratorium, ada 11 usulan pemekaran dari NTT yang berkasnya sudah disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kesebelas usulan itu adalah adalah calon kabupaten Adonara (Flores Timur), Pantar (Alor), Amfoang (Kupang), Amanatun dan Amanuban (Timor Tengah Selatan), Manggarai Barat Daya (Manggarai Barat) dan kota Maumere.

Kemudian ada empat dari Sumba Timur yaitu Pahunga Lodu, Sumba Selatan, Sumba Timur Jaya dan Malolo.

Berita Terkait

BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT
Kementerian PU Salurkan 8.000 Liter Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Kekeringan di Pebayuran Bekasi
Hutama Karya Melalui Anak Usaha Hutama Marga Waskita Raih Rekor MURI sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan Jalan Tol Pertama yang Memiliki Galeri Budaya
Kejar Swasembada Pangan, Kementerian PU Perkuat Irigasi Dan Libatkan Warga Papua Selatan
Direktur Human Capital & Legal HK Tinjau Proyek Konservasi Pantai Candidasa Fase 2 Paket I, Dorong Perlindungan Pesisir dan Pariwisata Berkelanjutan
Puan, Dasco, dan Sultan Kompak Inspeksi Ruang Sidang Bersama dan Makan Bakso
Kurangi Impor Aspal, Kementerian PU Genjot Pemanfaatan Aspal Merah Putih untuk Jalan Tol
Tinjau Sekolah Rakyat DKI Jakarta, Menteri PU Apresiasi Hutama Karya

Berita Terkait

Saturday, 15 August 2026 - 22:56 WIB

BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT

Saturday, 15 August 2026 - 10:13 WIB

Kementerian PU Salurkan 8.000 Liter Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Kekeringan di Pebayuran Bekasi

Friday, 14 August 2026 - 14:52 WIB

Hutama Karya Melalui Anak Usaha Hutama Marga Waskita Raih Rekor MURI sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan Jalan Tol Pertama yang Memiliki Galeri Budaya

Friday, 14 August 2026 - 14:44 WIB

Kejar Swasembada Pangan, Kementerian PU Perkuat Irigasi Dan Libatkan Warga Papua Selatan

Friday, 14 August 2026 - 14:37 WIB

Direktur Human Capital & Legal HK Tinjau Proyek Konservasi Pantai Candidasa Fase 2 Paket I, Dorong Perlindungan Pesisir dan Pariwisata Berkelanjutan

Berita Terbaru

foto ist

News

BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT

Saturday, 15 Aug 2026 - 22:56 WIB

Berita Terbaru

Bidik Investasi Rp2.322 T pada 2027, Keminveshil/BKPM Genjot Perizinan

Saturday, 15 Aug 2026 - 22:46 WIB

Ekonomi - Bisnis

Investasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Target 2027 Capai Rp2.322 Triliun

Saturday, 15 Aug 2026 - 21:12 WIB

Nasional

Menteri PU Kerahkan Alat Berat Tangani Longsoran Pasca Gempa NTT

Saturday, 15 Aug 2026 - 17:03 WIB