Indonesia Perkuat Strategi Pembiayaan Tahun 2026

Thursday, 21 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto ist

foto ist

daelpos.com – Pemerintah terus memperdalam pasar obligasi nasional dengan memperhatikan aspek likuiditas, transparansi, dan tata kelola yang baik. Strategi pembiayaan tahun 2026 pun difokuskan pada pendalaman pasar domestik, diversifikasi sumber pendanaan, serta pengelolaan utang yang prudent.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dalam Indonesia Credit Spotlight 2026 di Jakarta, Rabu (20/5).

“Strategi pembiayaan 2026 kami memiliki tiga prinsip. Pertama, kami memprioritaskan utang domestik 70 hingga 75 persen dalam rupiah. Kedua, campuran mata uang yang cermat, yakni 25 hingga 30 persen dalam mata uang asing. Ketiga, pengelolaan active liability,” ujar Juda.

Ia menjelaskan, minat investor terhadap surat berharga negara Indonesia masih sangat tinggi. Surat Utang Negara (SUN) tercatat mengalami oversubscription sebesar 2,4 kali, sedangkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) mencapai 2,8 kali.

Selain itu, pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik pada April 2026 juga mencatat arus masuk bersih sebesar Rp13,4 triliun.

Di pasar internasional, Indonesia juga membukukan sejumlah capaian penting sepanjang 2026. Pemerintah berhasil menerbitkan sukuk global senilai 2 miliar dolar AS dengan tingkat kelebihan permintaan mencapai 1,97 kali lipat.

Tak hanya itu, pemerintah juga sukses menerbitkan Samurai Bond senilai 172 miliar yen. Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan penerbitan obligasi Panda dan Kangaroo untuk memperluas basis investor, mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat, sekaligus mendukung stabilitas rupiah.

Juda menegaskan, penguatan strategi pembiayaan dilakukan di tengah tantangan dan gejolak ekonomi global melalui koordinasi lintas lembaga, pengelolaan fiskal yang disiplin, serta transparansi kebijakan pembiayaan negara.

“Kami menerapkan active liability, pengelolaan kas yang cermat, dan pengungkapan tepat waktu. Kami menyambut baik pengawasan dari S&P dan lembaga lainnya,” jelasnya.

See also  Upaya Tingkatkan Perekonomian Indonesia, Ketua DPD RI Dukung Kerjasama dengan Sichuan

Menurut Juda, pemerintah juga terus memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan melalui Forum KSSK.

“Jadi, kebijakan moneter, prudensial, dan kebijakan pasar modal semuanya berjalan seiring,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal
Kementerian PU Kembali Raih WTP, Pertahankan Opini BPK 7 Tahun Beruntun
Viva Yoga: Sebelum Ditempatkan Di Kawasan, Transmigran Wajib Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan
Pascagempa NTT, Kementerian PU Percepat Penanganan Sanitasi Di Pengungsian
Warga Gaza Ceritakan Musim Panas yang Lebih Menakutkan dari Bom
Bidik Investasi Rp2.322 T pada 2027, Keminveshil/BKPM Genjot Perizinan
Investasi dan Hilirisasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Kemandirian Nasional
JIAT Jadi Andalan Petani di Banjar Hadapi El Nino, Puluhan Hektare Lahan Terairi

Berita Terkait

Saturday, 22 August 2026 - 11:22 WIB

Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal

Friday, 21 August 2026 - 10:32 WIB

Kementerian PU Kembali Raih WTP, Pertahankan Opini BPK 7 Tahun Beruntun

Thursday, 20 August 2026 - 10:57 WIB

Viva Yoga: Sebelum Ditempatkan Di Kawasan, Transmigran Wajib Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan

Wednesday, 19 August 2026 - 22:01 WIB

Pascagempa NTT, Kementerian PU Percepat Penanganan Sanitasi Di Pengungsian

Tuesday, 18 August 2026 - 10:32 WIB

Warga Gaza Ceritakan Musim Panas yang Lebih Menakutkan dari Bom

Berita Terbaru

Olahraga

Timnas Voli Putri Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Saturday, 22 Aug 2026 - 22:52 WIB